Inspiration

Dikira Piknik, Ternyata Inilah Yang Dilakukan Para Pastor Ini!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Sebanyak tiga puluh tiga pastor mengadakan perjalanan dari tempat tugas masing-masing lalu berkumpul di Seminari Tinggi St. Paulus Yogyakarta (28/1/2019). Sesudah itu, mereka melaju menuju Cilacap.

Referensi pihak ketiga – Rombongan Romo Medior KAS dalam bus

“Jangan lupa oleh-olehnya ya?” Pinta beberapa orang yang mengetahui hal itu.

“Enaknya, piknik terus!” Komentar seorang yang lain.

Nah, dari dua reaksi yang tampak itu, bisa diduga bahwa mereka menyangka, para pastor itu ke Cilacap dalam rangka piknik, bukan? Padahal, sesungguhnya, inilah yang terjadi.

Keberangkatan merek ke Cilacap adalah bagian dari ong going formation pengurus UNIO, yakni paguyuban para pastor projo Keuskupan Agung Semarang. Para peserta disebut kelompok imam medior, yakni usia tahbisan 16-25 tahun. Usia sampai 5 tahun disebut imam balita, 6-15 disebut yunior. Usia 26-69 tahun disebut imam senior. Sedangkan 70 tahun ke atas disebut adiyuswa.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – bersama Romo Carolus OMI di Cilacap

Begitulah, untuk semua kelompok usia tersebut selalu ada program on going formation dan persaudaraan imamat. Nah, perjalanan ke Cilacap itu adalah dalam rangka intensi tersebut. Maka, bukan piknik, melainkan dalam rangka belajar dari pengalaman figur khusus.

Kali ini, yang dipilih adalah Romo Carolus OMI yang memiliki keunikan karya pelayanan di Cilacap dan sekitarnya. Kami belajar dan menimba pengalaman dari Romo Carol dan Romo Teguh Pr yang berkarya di Cilacap. Selain itu, kami juga menjalani live in di rumah umat. Kami bermalam dan berjumpa dengan umat untuk saling berbagi pengalaman iman (Senin, 28/1/2019).

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – Para Romo Medior KAS belajar dari Romo Carolus OMI

Pada hari berikutnya (Selasa, 29/1/2019), kami mengawali aktivitas dengan merayakan Ekaristi di Gereja Cilacap. Saya mendapat mandat untuk menjadi selebran utama pada kesempatan tersebut. Dalam renungan singkat, saya mengajak semua yang hadir untuk melakukan kehendak Allah dengan cara menghadirkan Gereja sebagai sakramen, yakni tanda dan sarana keselamatan bagi semua orang. Caranya, robohkan dan hancurkan tembok-tembok pemisah. Bangunlah jembatan yang menghubungkan demi peradaban kasih bagi masyarakat yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama dan kepercayaan kita.

Sesudah Misa pagi, kami melanjutkan perjalanan naik perahu kecil menuju Kampung Laut di Nusakambangan. Untuk apa? Bukan untuk piknik, melainkan melakukan perjalanan ziarah ke Goa Maria Ratu Keselamatan di Klaces, Kampung Laut, Nusakambangan, Cilacap. Karena ziarah, maka, saya menempuh perjalanan dengan berjalan kaki, meski menempuh medan yang lumayan berat, namun tak seberat medan di Bukit Krusevac, Bosnia.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Jadi, dari narasi ini tampaklah bahwa meski dikira piknik, namun sesungguhnya, para pastor ini sedang menghayati ketaatan dalam rangka on going formation dan persaudaraan di antara mereka. Begitu girls and guys. 

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Kampung Laut, Nusakambangan, 29/1/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pengalaman pribadi

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1421056379479231?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.