Inspiration

Inspirasi Lelaki Pemburu Peradaban Kasih (4)

Referensi pihak ketiga

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah inspirasi lelaki pemburu peradaban kasih selanjutnya. Malam itu diiringi desau desing kembang api, dia buka lembaran berikut masih di bulan Januari 2018, setahun silam seiring akan berlalunya 2018 kini beralih menuju 2019. Dalam lembar kenangan itu tampak ketika ia mengamati gambar berupa secangkir wedang berisi dua tangan saling bersalaman lalu mengepul asap berbentuk lekukan-lekukan bertuliskan srawung persaudaraan sejati menggumpal seperti otak kepala manusia. Warnanya merah putih peradaban kasih srawung sejak dalam pikiran.

“Hebat! Dahsyat!” Seru lelaki itu saat disodori gambar yang menjadi logo acara Srawung Persaudaraan Sejati yang pelaksanaannya dalam pengarahannya sebagai Ketua SC bersama sejumlah anggota Tim SC lainnya.

“Bisa minta tolong diterangkan apa maknanya?” Pinta lelaki itu yang lantas mendapat jawaban dari Vimpar yang menjadi Ketua OC acara itu. Vimpar adalah sosok pastor yang penuh wibawa yang sudah disebut hebat dan dahsyat sebab telah sukses menyelenggarakan hajatan tingkat Asia yakni Asian Youth Day di tahun 2017.

Sebenarnya, lelaki itu sudah bisa menebak maknanya. Namun ia membutuhkan kepastian bahwa yang ada di dalam benaknya itu sesuai dengan maksud si pembuat gambar itu. Karena si pembuat gambar tidak hadir pada kesempatan itu, maka Romo Vimpar-lah yang kemudian menjelaskannya.

Dengan penuh semangat, penuh wibawa, Romo Vimpar – begitu sapaan akrab Ketua OC itu – mulai menerangkan sebagai berikut.

“Logo itu tergambar sebagai secangkir wedang. Wedang itu dalam bahasa Jawa sesungguhnya tak hanya sekadar minuman yang dihidangkan dengan segala rasa dan sikap hormat melainkan juga sebuah singkatan. Kata wedang bisa merupakan singkatan ngawe kadang tetapi juga agawe kadang. Keduanya bermakna sama yakni merajut persaudaraan membangun peradaban dalam kehidupan!”

Tak hanya lelaki itu yang terpesona mendengarkan penjelasan Romo Vimpar tetapi juga semua hadirin yang ikut rapat kala itu di tepian Kali Krasak yang biasa mengalirkan lahar dingin, pasir dan batu saat Merapi mengalami erupsi. 

“Seperti kita ketahui, di masyarakat kita, duduk bersama dan wedangan merupakan salah satu media untuk srawung. Itulah sebabnya, dalam konteks masyarakat Jawa, wedang dimaknai sebagai ngawe kadang. Ini adalah kerata basa, yang artinya memanggil untuk persaudaraan seperti sudah saya terangkan tadi. Jelas ya?” Romo Vimpar masih penuh wibawa. Lelaki itu terpana dan terpesona atas makna yang diterangkan terkait logo Srawung. Persis tepat dengan yang dipikirkannya. Berarti pikiran lelaki itu sejalan dengan sang pembuat logo itu. 

Sejenak kemudian, Sang Ketua OC menerangkan, “Selanjutnya, minuman digambarkan dengan paduan dua tangan berwarna merah-putih. Apa artinya? Itu artinya, dalam komunikasi dan relasi antar elemen yang ada di masyarakat, nilai kebangsaan, nasionalisme, cinta tanah air itu yang menjadi nyawa, menjadi roh dalam setiap perjumpaan. Tangan yang erat berdekatan, itulah yang seharusnya menjadi kekuatan kita. Saling membantu, saling bekerja sama, saling menguatkan satu sama lain sesama anak bangsa. Walaupun beraneka ragam tetapi semua tangan bisa didekatkan dan menjadi kekuatan hebat dalam semangat merah putih.”

“Nah, nama kegiatan kita adalah Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda 2018 demi mewujudkan peradaban kasih. Judul itu disusun dalam tulisan dengan formasi tertentu yang membentuk balon kata dengan huruf yang saling berkaitan satu sama lain dan menggunakan paduan warna merah-putih. Apa artinya?” Tanya lelaki itu.

Romo Vimpar menjawab, “Betul. Bentuk balon kata, mengandung arti bahwa dalam setiap srawung, perjumpaan, pergaulan ada komunikasi yang terjadi di situ, ada dialog yang berkembang. Huruf yang saling berkaitan, mengandung arti bahwa jika ada perjumpaan, srawung, dan dialog akan mendekatkan satu sama lain, ada hal yang bisa dipersatukan, ada hal yang saling terkait dan beririsan satu sama lain. Paduan warna merah-putih, mengandung arti jika media srawung mempunyai roh cinta tanah air dan nilai-nilai kebangsaan, maka diharapkan pula setiap interaksi, dialog, dan komunikasi yang terjadi dalam lingkup persrawungan tersebut selalu dalam koridor cinta tanah air.”

Di saat semua masih melongo terpesona mendengarkan penjelasan Romo Vimpar, tiba-tiba lelaki itu berdiri dan berteriak puitis, “Dan… persis itulah upaya kita memburu dan mewujudkan peradaban kasih bagi negeri ini! Peradaban kasih itu laksana puisi yang membawa kalimat kita menuju pelosok Nusantara bahkan membisikkan musim gugur kepada Eropa dan menanti terbitnya musim semi dengan mekarnya bunga-bunga bagi semua tanpa diskriminasi. Jangan rusak keindahannya dengan dendam dan bencimu hanya karena beda pilihanmu terhadap siapa untuk menyejahterakan bangsa ini dalam kebenaran, keadilan dan kesederhanaan!”

Para hadirin pun bertepuk tangan baik buat Romo Vimpar maupun juga lelaki itu. Ya, si Romo itu. Dengan rambutnya yang memanjang dan memutih, ia belajar bijaksana memburu peradaban kasih – sekali lagi bukan sebagai binatang jalang untuk ditaklukkan melainkan sebagai mutiara indah untuk dirawat dan dijaga agar semakin bercahaya!

Yang jelas, bagi lelaki itu, peradaban kasih itu laksana keramik yang tak boleh membuat cinta menjadi retak. Biarlah ia menampung segala dan semua entah keramik itu berupa cangkir atau pun piring. Sama saja, yang penting menampung semua dan segalanya untuk menyembuhkan dahaga dan lapar akan kehidupan bersama yang rukun, damai dan sejahtera! Maka, jangan biarkan keramik itu membuat cinta menjadi retak apalagi luluh lantak berkeping-keping di Bumi Pertiwi kita…. (bersambung) 

JoharT Wurlirang, 4/1/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pengalaman pribadi dalam narasi

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3924398068414114?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.