Inspiration

Bagaimana Kisah Selanjutnya? Lelaki Pemburu Peradaban Kasih (34)

Halo Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Peradaban kasih itu bukan hanya teori melainkan kenyataan yang selalu harus dihidupi. Itulah yang selalu diyakini oleh lelaki pemburu peradaban kasih dalam kisah ini.

Referensi pihak ketiga

Inilah salah satu realitas itu, yang direfleksikan lelaki itu sebagai bait kidung peradaban kasih. Refleksi lelaki pemburu peradaban kasih di bulan Juli menjadi akumulasi peristiwa yang terbingkai oleh (per)gerakan Srawung Orang Muda Lintas Agama yang berada di pundaknya sebagai Ketua SC perhelatan itu. 

Juli menjadi bulan separoh jalan rangkaian Prasrawung menuju Puncak Srawung di Oktober 2018 sejak diserukan pada Januari 2018. Lalu bagaimana kelanjutannya di separoh perjalanan itu dalam kidung peradaban kasih?

Sudah diuraikan pada kesempatan sebelum ini di kidung peradaban kasih pada lembar Maret, bahwa di Kota Lunpia, Prasrawung diawali dengan bingkai “Pameran Lukisan: Perdamaian Palestina Kerukunan Kita” (21-25/3/2018) di Pastoran Yohannes Maria kompleks Unika Soegijapranata Semarang yang melibatkan orang muda Semarang. Lalu, sebagaimana didokumentasikan dalam laman id.beritasatu.com/home/rangkaian-panjang-dinamika-prasrawung/181932, dalam rangka Prasrawung, orang muda Semarang juga turut serta dalam Karnaval Paskah Kota Semarang 2018 (27/4), “Dengan Kebangkitan-Nya Kita Srawung dalam Keberagaman” dari Kawasan Kota Lama – Balai Kota Semarang. Masih di Semarang juga diselenggarakan SRAGAM IMUD yakni Srawung Ragam Iman Muda dalam sarasehan dan diskusi di halaman gereja Sambiroto Semarang (6/5/2018).

Dari Kota Lunpia, Prasrawung di Semarang bergerak ke Salatiga oleh Rayon Bagusta (Bedono, Ambarawa, Ungaran, Salatiga, dan Tegalrejo). Di kota inj, Prasrawung diisi dengan Buka Bersama dan dialog tema “Sila, Turah, Mi!” di halaman gereja Paulus Miki Salatiga (2-3/7). Selanjutnya, dari Salatiga, estafet Prasrawung dilanjutkan ke Kendal, OMK Rayon Keris (Kendal, Kaliwungu, Weleri dan Sukorejo): Sarasehan dan Pentas Seni Lintas Iman – “Pancasila Kuwi Aku, Aku kuwi Cah Enom sing Kendel Srawung” (15/7/2018).

Dalam kesempatan itu, lelaki itu selalu hadir demi meneguhkan kaum muda lintas agama untuk mengukir sejarah peradaban kasih. Setiap luka dibawanya lari dalam sukacita memburu peradaban kasih, di mana pun mutiara itu ditemukan.

Masih di bulan Juli, sesudah dari Kendal, lelaki itu meluncur menuju Yogyakarta, tepatnya di Melkosh Kaliurang, (21 Juli 2018) yang menyelenggarakan “Srawung Kekinian” Art Exhibition & Mural Session, Arts Performance di Melcosh Kaliurang. Lelaki itu menyapa dan membuka prasrawung tersebut yang diterimanya sebagai Amazing Grace!

“Kutandai pembukaan ini dengan memukul gong sebanyak lima kali plus satu. Lima membawa kita pada Pancasila. Plus satu menjadi enam untuk memberi penanda pengakuan enam agama yang resmi diakui di Indonesia. Tentu jangan lupa bahwa masih ada saudari-saudara kita para penghayat Kepercayaan, apa pun komunitas mereka!” Seru lelaki itu sambil memukul gong sebanyak lima kali plus 1.

Meski tak bisa hadir, namun lelaki itu sudah bahagia mendengar kabar bahwa di Wonogiri juga dilaksanakan Prasrawung (15 Juli 2018). Di kota Bakso itu juga sudah diselenggarakan “Srawung Ekologis Berbasis Air dan Kepekaan terhadap Kemiskinan” Pelatihan Karya Seni, Pelatihan musik, Dolanan Anak Tradisional, Pengobatan Sukarela, Hiburan, Makan Bersama Peserta Srawung Persaudaraan Sejati se-Karesidenan Surakarta dan Masyarakat Desa di SDN 2 Tirtosworo Danan, Giriwoyo Kabupaten Wonogiri. 

Begitulah bait kidung peradaban kasih secara sporadis bergema di satu kota ke kota lain, dari satu keunikan ke keunikan lain, dari satu kreativitas menuju kreativitas lain pula. Namun semuanya bermuara pada satu tujuan yakni bersama kaum muda lintas agama, melalui Prasrawung menuju Puncak Srawung melihat, menimbang dan melakukan hal-hal yang positif untuk membangun persaudaraan sejati, srawung sejak dalam pikiran dan merayakan keberagaman dalam kebahagiaan yang saling menghargai dan menghormati satu terhadap yang lain.

Semua yang sudah dan akan direnungkan adalah momen Prasrawung menuju Puncak Srawung yang di dalamnya lelaki pemburu peradaban kasih itu terlibat dengan segenap jiwa dan raganya! Itulah sebabnya, membuka kembali lembaran itu di peralihan tahun lama menuju tahun yang baru, 2018 ke 2019, menjadi saat-saat yang membuncahkan gairah syukur meski terkadang disertai dengan berbagai ketegangan dan pergumulan yang tiada habis-habisnya…. (bersambung)

JoharT Wurlirang, 5/2/2019 »̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber:

1. Refleksi pengalaman pribadi dalam narasi

2. id.beritasatu.com/home/rangkaian-panjang-dinamika-prasrawung/181932

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/960930162694990?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.