Inspiration

Dianugerahi Banyak Berkat, Masihkah Tidak Melihat? Lalu Mengapa dan Bagaimana Seharusnya?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah inspirasi dan motivasi yang bisa kita resapkan saat dianugerahi banyak berkat. Jangan sampai kita tak mampu melihat. Lalu mengapa dan harus bagaimana? Inilah jawabannya!

Referensi pihak ketiga

Inspirasi dan motivasi rohani jawaban itu bisa kita tempatkan dalam Bacaan Liturgi 19 Februari 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa VI, khususnya Injil Markus 8:14-21. Inilah rangkuman kisahnya.

Pada suatu ketika murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu. Lalu Yesus memperingatkan mereka, kataNya: “Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.” Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: “Itu dikatakanNya karena kita tidak mempunyai roti.” Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: “Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu? Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi, pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?” Jawab mereka: “Dua belas bakul.” “Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?” Jawab mereka: “Tujuh bakul.” Lalu kataNya kepada mereka: “Masihkah kamu belum mengerti?” (Markus 8:14-21)

Dari kisah itu, kita diberi inspirasi dan motovasi ini. Kita sudah dianugerahi banyak berkat, masihkah kita tidak melihat? Lalu mengapa dan kita harus bagaimana?

Referensi pihak ketiga

Pertama, kita dapat melihat betapa mudahnya melewatkan pesan-pesan yang ingin Tuhan sampaikan kepada kita dalam doa karena kita hanya disibukkan dengan hal-hal yang sesaat. Kita lapar kesuksesan, menginginkan teman atau anggota keluarga berdamai dengan kita, atau bahkan kita menjadi terobsesi dengan uang dan harta dunia. Lalu lupa bahwa Tuhan telah banyak menganugerahkan kebaikan kepada kita.

Kedua, hati dan jiwa yang hidup dari dasar yang benar tahu bahwa selama ia memiliki Tuhan dan melakukan kehendak-Nya, semuanya akan baik-baik saja meski ada banyak tantangan yang menghadang. Dalam situasi apa pun kita diundang untuk mengingat karya Tuhan dalam hidup kita. Itulah sebabnya, Tuhan bersabda, “Dan apakah kamu tidak ingat?” 

Ketiga, iniilah salah satu dosa terburuk kita yakni melupakan pekerjaan besar Tuhan bagi kita. Maka, pentinglah untuk sering berefleksi, dan dengan rasa terima kasih atas banyak berkat yang telah kita terima dari Tuhan. Kita masing-masing harus ingat: Tuhanlah yang menciptakan kita dan yang telah memulai pekerjaan demi kebaikan dan kekudusan kita. 

Referensi pihak ketiga

Nah, bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Kampus Ungu Unika Soegijapranat, 19/2/2019 »̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Markus 8:14-21)

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3204708539103159?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.