Inspiration

Dicabut dan dibatalkannya Keputusan Ini, Beginilah Akibat dan Reaksinya, Apakah Gerangan?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Terkadang bahkan seringkali, kita dihadapkan pada suatu dilema dalam mengambil sebuah keputusan penting, apalagi menyangkut kepentingan banyak orang. Namun syukurlah, kita mendapat teladan yang baik dalam hal ini. Itulah yang bisa kita petik sebagai inspirasi dan motivasi dalam hidup kita ketika Presiden Jokowi membatalkab keputusan pemberian remisi hukuman bagi Susrama, otak dan pelaku pembunuhan jurnalis Radar Bali, Prabangsa.

Referensi pihak ketiga

Sebagaimana dilansir www.voaindonesia.com/amp/4780327.html, Presiden Joko Widodo mengambil keputusan besar dengan mencabut pemberian remisi hukuman bagi Susrama. Susrama dijatuhi hukuman seumur hidup sesudah terbukti menjadi otak dan pelaku pembunuhan jurnalis Radar Bali, Prabangsa. Presiden Jokowi menyampaikan informasi pencabutan remisi bagi Susrama, saat ditanya Pemimpin Redaksi Jawa Pos, Abdul Rokhim, usai acara puncak peringatan Hari Pers Nasional di Surabaya pada Sabtu (9/2/2019).

Keputusan Presiden (Kepres) dicabut dan dibatalkannya remisi itu telah ditandatangani Presiden Jokowi. Dicabut dan dibatalkannya keputusan itu, beginilah reaksi dan tanggapan positifnya.

Pertama, sejumlah jurnalis, termasuk Joni Aswira, Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengapresiasi keputusan itu. Sebagaimana dilansir Petrus Risti, jurnalis VOA, Joni mengatakan, “Pertama tentu kami memang mengapresiasi ya, pemerintah yang ternyata menunjukkan sikap yang responsif terhadap protes dan keberatan AJI, terutama keluarga korban yang merasakan pemberian remisi ini tidak adil, mengusik rasa keadilan. Ini pasti akan terus dikawal.”

Referensi pihak ketiga

Kedua, keputusan Jokowi sesuai dengan desakan yang antara lain disampaikan Ketua AJI Surabaya, Miftah Faridl. Menurut Miftah Faridi, desakan pencabutan remisi terhadap pembunuh Prabangsa merupakan dorongan bagi pemerintah untuk menghapus praktek impunitas.

Inilah yang disampaikan Miftah Faridi, “Harapan kami adalah, ketika kami mendorong isu soal cabut remisi bagi pembunuh Prabangsa, ini juga menjadi dorongan bagi pemerintah untuk memperhatikan praktik-praktik impunitas yang dilakukan selama ini, karena praktik impunitas itu bagian dari lingkaran setan.”

Referensi pihak ketiga

Nah, bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Mari kita berdoa agar para jurnalis tetap terlindungi dalam mengemban tugasnya dan kita juga berdoa bagi bangsa kita agar tetap mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama dan kepercayaannya. Terima kasih. Tuhan memberkayi. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 10/2/2019

BERKAH DALEM

Sumber: https: //www.google.com/amp/s/www.voaindonesia.com/amp/4780327.html

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2194968026189241?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.