Inspiration

Dijawab dengan Menyebut Anjing, Beginilah Reaksi Ibu Ini Yang Membuatnya Menuai Berkah!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. ​Dijawab dengan menyebut anjing, beginilah reaksi perempuan ini yang lalu justru menuai berkah. Kisah ini memberi inspirasi dan memotivasi siapa saja untuk tetap teguh di dalam iman, harapan dan kasih, apa pun agama dan kepercayaannya. Ternyata, cara Tuhan menguji umatNya juga unik. Mari kita simak bersama. Beginilah kisahnya.

Referensi pihak ketiga

K​isah tentang perempuan yang saat meminta sesuatu yang sangat dibutuhkannya justru mendapat jawaban yang terdengar tidak mengenakkan itu dapat dicermati dari ​Bacaan Liturgi 14 Februari 2019​ Hari Biasa, Pekan Biasa V​ pada saat P​eringatan ​Wajib​ S​anto. Sirilus, Rahib, dan ​Santo ​Metodius, Uskup​, khususnya Bacaan Injil​ M​a​rk​us​ 7:24-30​. Injil ini menarik sekali untuk direnungkan dalam rangka memberi inspirasi dan motivasi hidup beriman, berpengharapan dan berkasih-sayang.

​”​Pada waktu itu Yesus meninggalkan daerah Galilea​ dan berangkat ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau ​b​ahwa ada orang yang mengetahuinya.​ Tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan.​ Malah di situ ada seorang ibu, yang ​anak perempuannya kerasukan roh jahat.​ Begitu mendengar tentang Yesus,​ Ibu itu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.

Ibu itu seorang Yunani berkebangsaan Siro-Fenisia. Ia mohon kepada Yesus supaya mengusir setan dari anaknya.​ Yesus berkata kepadanya, “Biarlah anak-anak kenyang dahulu!​ Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan ​melemparkannya kepada anjing.”

Tetapi ibu itu menjawab, “Benar, Tuhan! Tetapi anjing di bawah meja pun​ makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.”

Lalu Yesus berkata kepada ibu itu, “Karena kata-katamu itu, pulanglah,​ sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.”​ Ibu itu pulang ke rumah​ dan mendapati anaknya terbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.​” (Markus 7:24-30​)

Referensi pihak ketiga

​Tentu, Yesus tidak bermaksud menghina perempuan yang adalah seorang ibu yang sedang berduka dan membutuhkan pertolongan-Nya itu. Kisah ini justru menunjukkan betapa ibu itu memiliki iman yang kuat, pengharapan yang kokoh, dan kasih yang begitu besar kendati sedang berada dalam kesulitan yang hebat. Ia percaya, Yesus pasti menolongnya, meski latar belakang sosial dan suku bangsanya berbeda. 

Dan ternyata benar, Yesus tidak pernah diskriminatif. Kecerdasan rohani ibu itu menanggapi jawaban Yesus justru mendatangkan berkah yang melimpah.​ Berkat iman, harapan dan kasih ibu itu, meski ia seorang Yunani berkebangsaan Siro-Fenisia, ibu itu justru mendapatkan yang diinginkannya yakni kesembuhan dan keselamatan anaknya yang kerasukan setan.

Bagaimana iman, harapan dan kasih ibu itu memberi inspirasi dan motivasi kepada kita untuk selalu datang kepada Tuhan di tengah tantangan dan kesulitan hidu kita? Tetaplah teguh dalam iman, harapan dan kasih, apa pun agama dan kepercayaan Anda. Serahkanlah seluruh hidupmu kepada penyelenggaraan-Nya. Pasti berkat berlipat dan berkah berlimpah ruah akan segera tercurah dalam hidup kita.

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.

JoharT Wurlirang, di HUT-ku ke-51

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Injil​ M​a​rk​us​ 7:24-30

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3838696355942544?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.