Inspiration

Inspirasi dan Motivasi Seperti Ini Hanya Terjadi di Surakarta, Ternyata Begini Hasilnya!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inspirasi dan motivasi seperti ini memang baru terjadi sekali ini. Dan itu terjadi di Kota Surakarta yang juga dikenal sebagai Kota Solo. Beginilah hasilnya.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Inilah inspirasi dan motivasi yang bisa kita timba dari Kota Surakarta yang teduh dan damai dalam keberagaman. Banyak keunikan yang memberi inspirasi dan motivasi bagi seluruh rakyat Indonesia dari Kota Surakarta ini. Bagaimana, mengapa dan apa saja? Kita simak yuk

Pertama, Kota Surakarta memberi inspirasi dan motivasi bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bukankah Presiden Joko Widodo berasal dari Solo dan sebelumnya menjadi Wali Kota Solo dalam dua periode dengan gebrakan-gebrakan kemanusiaan, keadilan, kebangsaan dan kerukunan dalam keberagaman? Ya, sebelum kemudian hijrah ke DKI Jakarta menjadi Gubernur DKI lalu menjadi Presiden RI, Jokowi adalah Wali Kota Solo di paruh periode keduanya.

Kedua, Wakil Wali Kota Solo di era Jokowi sebagai Wali Kota adalah sosok ramah dan gagah yakni Fransiskus Xaverius Rudyatmo yang kemudian terpilih pula menjadi Wali Kota Solo sesudah dalam periode-periode sebelumnya mendampingi Jokowi. Indah bukan? Warga Gereja Katolik, terpilih menjadi Wakil Wali Kota dan kemudian menjadi Wali Kota hingga hari ini (saat artikel ini ditulis).

Ketiga, di penghujung Februari 2019, Kota Solo memberi inspirasi dan motivasi terkait sosok pribadi mendiang KH Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur. Jangan lupa, di Kraton Surakarta, Gus Dur mendapat gelar sebutan sebagai Kanjeng Pangeran Ario (KPA) KH Abdurrahman Wahid. Karenanya, tidak mengherankan bahwa dalam rangka haul ke-9 Gus Dur, diselenggarakanlah berbagai kegiatan dalam nuansa kebangsaan yang bercorak interkultural dan interreligius.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Inilah kegiatan itu, yang berkumandang dari Solo sebagai pusat budaya Kraton Surakarta. Ada sejumlah peristiwa. 

Pertama, Semaan Al-Qur’an 3p Juz yang dilaksanakan pada hari Jum’at, 22 Februari 2019 pada pukul 06.00 WIB di Aula Pondok Pesantren Al Muayyad Surakarta. Rangkaian peristiwa ini dihadiri Jamaah Jam’iyyah Semaan Jum’at (JSJ) Alumni Al-Muayyad Surakarta. Acara ini dikoordinir oleh Ibu Hj. Sechah Wal Afiah, Ibu Hj. Ari Hikmawati, dan Ibu Hj. Iin Muhayyinah.

Kedua, Bedah Buku “Islam Nusantara” pada hariJum’at, 22 Februari 2019 pukul13.00-15.00. Acara ini bertempat di Pendopo Pondok Pesantren Al Muayyad Surakarta. Buku yang dibedah berjudul “Gus Dur ISLAM NUSANTARA & Kewarganegaraan Bineka” dengan pembicara Dr. Ahmad Suedy, M.Hum, Inayah Wulandari Wahid, KH. Drs. Muhammad Dian Nafi’ M.Pd yang dimoderatori oleh Ajie Najmuddin. Yang menjadi MC adalah Tri Yuli & Flamboyan. Pesertanya adalah para Santri, Mahasiswa Solo Raya dan Masyarakat Umum. Acara ini dikoordinasi oleh Arinto Dwi dan M. Misbahul Munir dan dibantu oleh Rama Wahyu, Rosyid Wasiun, Dwi Andi Anwar, M. Abdul Jabbar Adi Saputro, Edi P.W.

Ketiga, Diskusi “Mbabar Pitutur Kamanungsan Gus Dur”. Acara ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 23 Februari 2019, pukul : 09.00-12.00 WIB. Acara ini dilaksanakan di Pendopo Balaikota Surakarta dengan pengisi acara Prof. Dr. Muhammad A.S. Hikam, MA, APU, Wahyu Muryadi, KGPH. Dipo Kusumo, dan KH. Drs. Muhammad Dian Nafi’, M.Pd. Acara inj dihadiri oleh 500 peserta (Umum & Mahasiswa). Acara ini dimoderatori oleh Blonthank Poer. Acara ini dikoordinasi oleh Ajie Najmuddin dan dibantu oleh Muhammad Fauzan, Ilham Bintang Samudra Dwi Arinto, Dwi Andi Anwar, M. Abdul Jabbar Adi Saputro, Edi Pamilu W., Rama Wahyu, dan Rosyid Wasiun.

Keempat, Kirab Kebangsaan pada hari Sabtu, 23 Februari 2019, Pukul 13.00-17.00 WIB. Kirab ini diawali dari Plaza Manahan dan FINISH Stadion Sriwedari. Kirab ini mengambil tema: Berjuta Warna SATU Jiwa Indonesia. Kirab yang diikuti oleh puluhan ribu dari kalangan masyarakat umum, santri, instansi pemerintahan dan swasta, organisasi masyarakat, TNI dan POLRI, Forum Komunikasi Umat Beragama. Dalam rangka kirab ini sudah disampaikan ketentuan sebagai berikut, sehingga terukur dan terkendali bukan kira-kira. Peserta cinta damai dan cinta NKRI, peserta menggunakan seragam masing-masing institusi/ organisasi, peserta dilarang membawa bendera institusi/organisasi tetapi membawa bendera merah putih dan nama institusi/ organisasi, peserta dilarang membawa atribut kampaye (spanduk, bendera, kaos, topi, dan lain-lain), peserta diperbolehkan membawa ikat kepala/pita merah putih, peserta harus menjaga kebersihan dan ketertiban selama acara dan akhirnya, bagi peserta yang akan melaksanakan ibadat sholat, pelaksanaan sholat Asar bisa dilaksanakan di area sekitar stadion dan peserta diwajibkan membawa peralatan sholat masing-masing. Acara ini dikooridnasi oleh KH. Abdul Karim Ahmad, KH. Agus Himawan, dan KH. Umar Fauzi.

Kelima, puncak pelaksanaan Haul Ke-9 Gus Dur dilaksanakan pada malam sesudah siang hingga sore dilaksanakan Kirab Kebangsaan di Lapangan Sriwedari. Tak tanggung-tanggung, acara ini dihadiri oleh ratusan ribu jamaah. Para tokoh agama dan masyarakat pun turut hadir. KH Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus menjadi narasumber utama. Sungguh indah dan luar biasa.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Saya menjadi saksi untuk semua peristiwa ini dan mencatat dengan cermat segala sesuatu yang dipersiapkan oleh Panitia melalui Ajudan Istri Wali Kota Solo, yakni Mbak Siska. Berkata data-data yang disampaikan Mbak Siska itulah maka refleksi ini bisa saya hadirkan di sini, selain saya sendiri mengikuti rangkai kegiatan tersebut.

Selamat dan proficiat kepada FX Hadi Rudyatmo sebagai Wali Kota Surakarta. Selamat dan proficiat juga kepada KH Hussein Syifa yang menjadi Ketua Panitia seluruh rangkaian Haul Gus Dur dalam warna-warni budaya dan bingkai Bhinneka Tunggal Ika bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga catatan refleksi ini memberi inspirasi dan motivasi. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Kampus Ungu Unika Soegijapranata, 25/2/2019

BERKAH DALEM

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan jadwal acara dan pengalaman hadir serta mengikuti rangkaian acara Haul Ke-9 Gus Dur di Surakarta (22-23/2/2019)

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/891718065493075?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.