Inspiration

Inspirasi & Motivasi Apa Pun Yang Dilakukan Manusia untuk Yang Paling Hina Itu Buat Tuhan?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah inspirasi dan motivasi berbuat baik kepada sesama, bahkan sesama yang paling hina sekalipun. Segala sesuatu yang dilakukan manusia terhadap sesama itu, tertuju juga bagi Tuhan. Bagaimana bisa? Inilah jawabannya.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Inspirasi dan motivasi itu selengkapnya dikisahkan dalam Bacaan Liturgi 11 Maret 2019 Hari Biasa Pekan Prapaskah I Bacaan Injil Matius 25:31-46. Beginilah inspirasi selengkapnya. Mari kita baca dan renungkan.

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan dan semua malaikat datang bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang daripada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing; Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.

Lalu Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.

Maka orang-orang benar itu akan bertanya kepada-Nya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?

Maka Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah disediakan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.

Lalu mereka pun akan bertanya kepada-Nya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?

Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraku yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.

Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar masuk ke dalam hidup yang kekal.” (Matius 25:31-46)

Referensi pihak ketiga

Apa makna inspirasi itu dan bagaimana memotivasi hidup kita? Pertama, segala sesuatu yang kita lakukan untuk sesama kita yang paling hina sekalipun, ternyata hal itu kita lakukan bagi Tuhan. Hal yang sama berlaku sebaliknya. Bahasa hariannya, tidak ada satu pun kebaikan, sekecil apa pun yang kita lakukan, yang sia-sia.

Kedua, inspirasi perbuatan baik itu sederhana saja. Memberi makan, minuman, pakaian, sapaan, kunjungan, dan keramahan kepada sesama itulah inspirasi perbuatan baik kita.

Ketiga, kalau demikian, semoga kita pun termotivasi untuk melakukan kebaikan kepada sesama dan tidak berlaku semena-mena kepada orang lain, terutama yang paling hina. Sebab, segala sesuatu yang kita buat bagi mereka, ternyata tertuju bagi Tuhan Yang Maha Kuasa.

Referensi pihak ketiga

Jadi, bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Kampus Ungu Unika Soegijapranata, 11/3/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi dari Matius 25:31-46

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3367577929105958?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.