Inspiration

Ternyata, Merpati Itu Menjadi Penanda Kehidupan Baru Sesudah Segala Kejahatan Dimusnahkan!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Siapa di antara kita yang tak mengenal burung merpati bahkan makna inspirasi dan motivasi yang melekat padanya? Tapi apa yang baru dari merpati itu di saat segalanya sedang terasa pilu karena Tuhan menggelontorkan air bah pada zaman Nabi Nuh? Inilah fan beginilah jawabannya.

Referensi pihak ketiga

Menurut Kitab Kejadian, kisahnya bisa dibaca sebagai berikut. Jadi mari kita baca dan teliti terlebih dahulu sebelum kita lanjutkan refleksi ini.

Sesudah lewat empat puluh hari, maka Nuh membuka tingkap yang dibuatnya pada bahtera itu. Lalu ia melepaskan seekor burung gagak; dan burung itu terbang pulang pergi, sampai air itu menjadi kering dari atas bumi. Kemudian dilepaskannya seekor burung merpati untuk melihat, apakah air itu telah berkurang dari muka bumi. Tetapi burung merpati itu tidak mendapat tempat tumpuan kakinya dan pulanglah ia kembali mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, karena di seluruh bumi masih ada air; lalu Nuh mengulurkan tangannya, ditangkapnya burung itu dan dibawanya masuk ke dalam bahtera. Ia menunggu tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya pula burung merpati itu dari bahtera; menjelang waktu senja pulanglah burung merpati itu mendapatkan Nuh, dan pada paruhnya dibawanya sehelai daun zaitun yang segar. Dari situlah diketahui Nuh, bahwa air itu telah berkurang dari atas bumi. Selanjutnya ditunggunya pula tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya burung merpati itu, tetapi burung itu tidak kembali lagi kepadanya. Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi Tuhan; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu. Ketika Tuhan mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah Tuhan dalam hatiNya: “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.” (Kejadian 8:6-12,20-22)

Dalam kisah itu kita temukan peran merpati sebagai penanda kehidupan baru yang tumbuh berkembang sesudah air bah tercurah dan lalu mulai surut dan kering menumbuhkan tunas baru serta semesta ceria penuh berkat dari Tuhan Yang Maha Esa.

Referensi pihak ketiga

Merpati pergi tak pernah kembali namun inspirasi dan motivasi baru bertumbuh dalam rasa syukur Nabi Nuh. Dan ketika Tuhan mencium aroma harum persembahan itu firman baru menderu dari langit biru. Bumi akan tetap terjaga lestari silih berganti musim datang dan pergi berganti musim. Bahkan tiada henti pula musim menabur dan menuai, dingin, panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.

Merpati terbang membawa perdamaian. Merpati terbang tak pernah ingkar janji. Apalagi Tuhan Semesta Alam!

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 20/2/2019

BERKAH DALEM

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Kejadian 8:6-12,20-22

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3432661977116539?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.