Inspiration

Aku Pun Tidak Menghukum Engkau, Inilah Cara Pandang Bening Kerahiman, Bagaimana & Mengapa?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Di saat orang mudah menghakimi dan mengadili sesama menurut ukurannya sendiri, kita diajak menggunakan cara pandang bening kerahiman Tuhan. Bahkan lumpur dosa pun serasa mutiara santa dalam cara pandang kerahiman itu. Bagaimana persisnya dan mengapa?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Jawabannya ada dalam Bacaan Liturgi 07 April 2019 Hari Minggu Prapaskah V Bacaan Injil Yohanes 8:1-11. Mari kita baca dan renungkan.

Sekali peristiwa Yesus pergi ke bukit Zaitun. Pagi-pagi benar Ia berada di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.

Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus, “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari dengan batu perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?” Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Yesus, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya.

Referensi pihak ketiga

Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis di tanah dengan jari-Nya. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka, “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” Lalu Yesus membungkuk lagi dan menulis di tanah. Tetapi setelah mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu, yang tetap di tempatnya.

Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya, “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” Jawab perempuan itu, “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus, “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” (Yohanes 8:1-11)

Referensi pihak ketiga

Dalam permenunganku yang sederhana, cara Yesus memandang dan menyambut perempuan yang tertangkap basah berbuat zinah itu adalah cara pandang bening penuh kerahiman. Dari cara pandang bening itu mengalirlah pula firman kerahiman sebab yang berfirman adalah Sang Firman yang menjadi manusia dan menghadirkan wajah kerahiman Allah sendiri.

Cara pandang bening penuh kerahiman itu diikuti sikap bukan menghakimi dan menghukum melainkan mengasihi dan mengutus mewartakan kasih. Masa depan baru adalah masa depan yang dibebaskan dari belenggu dosa dan penebusan. Pengharapan baru adalah pengharapan akan kerahiman Tuhan serta menghadirkan kerahiman itu dalam kehidupan yang tidak ditandai kekerasan melainkan kelemahlembutan dan damai sejahtera.

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang to Pertapaan Rawaseneng, 6/4/2019

BERKAH DALEM

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Yohanes 8:1-11

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/565243999210611?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.