Inspiration

Hanya Mau Diampuni Tidak Mau Mengampuni Yang Bahkan Kesalahannya Tak Seberapa, Ini Jadinya

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Selalu ada yang bersikap egois dalam hal pengampunan. Ia hanya mau mohon dan menerima ampun, tetapi enggan bahkan menolak untuk memberi pengampunan kepada orang lain. Bahkan meski kesalahan orang lain itu tak seberapa dibandingkan kesalahannya sendiri. Ternyata beginilah jadinya nasib orang itu. Bagaimana?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Inspirasi dan motivasi tentang konsekuensi yang hanya mau diampuni tapi engan bahkan menolak untuk mengampuni itu ada dalam Bacaan Liturgi 26 Maret 2019 Hari Biasa Pekan Prapaskah III Bacaan Injil Matius 18:21-35. Intinya, kata Yesus dalam kisah itu: Jika kamu tidak mau mengampuni saudaramu, Bapa pun tidak akan mengampuni kamu. Begini kisah selengkapnya. Kita baca yuk.

Sekali peristiwa, Petrus datang kepada Yesus dan berkata, “Tuhan, sampai berapa kalikah aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya, “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

Referensi pihak ketiga

Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Ketika ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunasi hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk membayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.

Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskan segala hutang itu.

Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.Maka raja itu menyuruh memanggil hamba pertama tadi dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat! Seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonnya kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihi engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkan dia kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.

Demikianlah Bapa-Ku yang di surga akan berbuat terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu. (Matius 18:21-35)

Referensi pihak ketiga

Jadi, jangan hanya mau diampuni tetapi tidak mau mengampuni. Kalau mau diampuni ya mengampunilah pula. Begitulah doa “ampunilah kesalahan kami, seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami” menjadi nyata dan sempurna! Inilah jadinya bila kita mau mengampuni dan sebaliknya bila tak mau mengampuni.Jadi tunggu apa lagi? Ampunilah maka pengampunan pun dilimpahkan kepadamu dan sembuhlah jiwamu, sucilah hatimu!

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 26/3/2019

BERKAH DALEM

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Matius 18:21-35

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2397431182566505?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.