Inspiration

Inspirasi dan Motivasi Menjaga Keutuhan Ciptaan dan Kelestarian Lingkungan Hidup, Mengapa?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah kelanjutan inspirasi dan motivasi menjaga keutuhan ciptaan dan kelestarian lingkungan hidup berbasis pengalaman di Pegunungan Kendeng. Bagaimana dan mengapa?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Sesudah sesi pertama dalam ranah ritual dari Langgar Yu Patmi menuju Makam Yu Patmi dalam “lampah bisu” menuju Tugu Monumen Yu Patmi; sesi dua terjadi dalam bentuk pencerahan berwawasan KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis). Bertindak sebagai narasumber pada sesi ini adalah Prof Sudharto P Hadi, MES, PhD. Beliau adalah penjamin KLHS yang diterbitkan sebagai perintah oleh Presiden Joko Jokowi Widodo dan Kiai Budi Harjono. Saya pribadi diminta untuk berbagi pengalaman terkait dengan perjuangan teman-teman JMPPK (Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng).

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Menurut Prof Darto, terbitnya KLHS menjadi suatu kemajuan dan terobosan yang konsekuensi positifnya harus diaplikasikan demi keutuhan ciptaan dan kelestarian lingkungan hidup. KLHS merupakan instrumen penting untuk menentukan ruang pembangunan yang berbasis ekologis. Alih-alih merusak lingkungan hidup dengan proses tambang, mengapa pemerintah tidak menjaga keutuhan ciptaan dan kelestarian lingkungan hidup yang lebih produktif misalnya untuk pertanian dan pariwisata. Minimal, itu yang saya tangkap di samping banyak hal positif yang disampaikan Prof Dharto.

Yang menarik adalah bahwa proses pencerahan tidak diawali dengan presentasi Prof Dharto, melainkan diawali dengan pertanyaan-pertanyaan para audiens. Dengam penuh humor namun juga kerendahan hati Prof Dharto mengatakan bahwa biasanya beliau yang bertanya kepada mahasiswa dalam rangka ujian, tapi kali ini beliau yang diuji dengan pertanyaan-pertanyaan. Prinsipnya, Prof Dharto mendukung gerakan membela keutuhan ciptaan dan kelestarian lingkungan hidup serta mengapresiasi dan mendukung gerakan ini.

Selanjutnya, sangat memberi inspirasi dan motivasi yang disampaikan Kiai Budi Harjono. Kiai Guru Tari Sufi ini menggarisbawahi dukungannya kepada para petani dalam perjuangan kelestarian pegunungan Kemdeng. Kiai Budi mengajak siapa saja berjuang menjaga keutuhan ciptaan

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Kiai Budi mengajak siapa saja menimba inspirasi dan motivasi dari Yu Patmi, papat sing diugemi. Yakni, empat hal yang menjadi landasan hidup kita warga bangsa Indonesia. Tanah, air, udara dan api kehidupan dijaga dalam harmoni semesta.

Sama seperti Prof Dharto dan Kiai Budi, demikian pula Ibu Hartuti Purnaweni yang juga menjadi narasumber sarasehan. Sebagai seorang ibu, dosen UNDIP itu sangat mengagumi para Ibu yang berjuang demi keutuhan ciptaan.

Berjuang bersama bukan hanya soal tolak pabrik semen tetapi demi menjaga keutuhan ciptaan dan kelestarian lingkungan hidup. Itulah inspirasi dan motivasi yang bisa ditimba dari peristiwa ini.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Disemarakkan dengan alunan gamelan para generasi muda Sedulur Sikep, dan Musik King Kangmus XMagix Reddem, sarasehan berlangsung asyik. Tak ketinggalan tiga penari Sufi dari Ponpes Al Islah pun memperindah suasana.

Berjuang menjaga keutuhan ciptaan dan kelestarian lingkungan hidup memang tidak bisq sendirian. Dibutuhkan sinergi dengan banyak pihak agar berhasil. Dan, tanpa kenal lelah!

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Langgar Yu Patmi, Larangan, Pati, 21/3/2019

BERKAH DALEM

Sumber: refleksi pengalaman pribadi mengikuti Peringatan 2 Tahun Wafat Yu Patmi, Pejuang Kendeng Lestari

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/943767742287781?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.