Inspiration

Inspirasi dan Motivasi Rohani Menghasilkan Buah-Buah Kebaikan dalam Kehidupan, Bagaimana?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Sering kita berkesimpulan bahwa musibah dan bencana yang menimpa seseorang itu terjadi sebagai balasan atas perilakunya sebagai hukuman Tuhan. Namun tidaklah demikian di pihak Tuhan sebab Tuhan itu Pengasih dan Penyayang yang menghendaki umat-Nya selamat dan bahagia. Lalu bagaimana?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Inilah jawaban yang diberikan sebagai inspirasi dan motivasi rohani kepada kita. Ada dalam Bacaan Liturgi 24 Maret 2019 Hari Minggu Prapaskah III Bacaan Injil yakni Lukas 13:1-9

Sekali peristiwa datanglah beberapa orang kepada Yesus dan membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang dibunuh Pilatus dengan darahnya dicampurkan dengan darah kurban yang mereka persembahkan. Maka berkatalah Yesus kepada mereka, “Sangkamu orang-orang Galilea itu lebih besar dosanya daripada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib demikian? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua pun akan binasa dengan cara demikian. Atau sangkamu kedelapan-belas orang yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya daripada semua orang lain yang diam di Yerusalem? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua pun akan binasa dengan cara demikian.”

Kemudian Yesus mengatakan perumpamaan ini, “Ada seorang mempunyai sebatang pohon ara, yang tumbuh di kebun anggurnya. Ia datang mencari buah pada pohon itu, tetapi tidak menemukannya. Maka berkatalah ia kepada pengurus kebun anggur itu, ‘Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini, namun tidak pernah menemukannya. Sebab itu tebanglah pohon ini! Untuk apa pohon ini hidup di tanah ini dengan percuma!’ Pengurus kebun itu menjawab, “Tuan, biarkanlah dia tumbuh setahun ini lagi. Aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya. Mungkin tahun depan akan berbuah. Jika tidak, tebanglah!” (Lukas 13:1-9)

Inspirasinya jelas. Tuhan tak pernah menghendaki hal buruk terjadi pada manusia. Hal buruk yang terjadi pada manusia bukan karena Tuhan melainkan karena ulah manusia sendiri yang berdampak bagi diri sendiri dan sesamanya bahkan semesta alam.

Maka yang terpenting adalah gunakan setiap kesempatan untuk mencangkul tanah kehidupan ini agar menjadi subur dan kita sendiri menjadi pohon yang baik serta menghasilkan buah yang baik dalam kehidupan. Itu motivasi yang harus tertanam dalam jiwa kita.

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 24/3/2019

BERKAH DALEM

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Lukas 13:1-9

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3437648535814828?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.