Inspiration

Inspirasi & Motivasi Menghargai Leluhur & Para Pendahulu Kita Yang Sudah Wafat, Bagaimana?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah salah satu inspirasi dan motivasi menghargai para leluhur dan para pendahulu kita yang sudah wafat. Bagaimanakah? Begini jawaban sederhanya, dalam praksis yang saya refleksikan ini.

Referensi pihak ketiga

Pada tanggal 8-9 Maret 2019 yang lalu, bersama para sahabat dari Solo, khususnya yang bergabung dalam kepanitiaan Haul ke-9 Gus Dur di Solo, yakni Gusdurian Solo, saya mendapat kesempatan untuk melakukan ziarah kubur. Ziarah kubur ini bagian dari ziarah kebangsaan. Buat apa?

Pertama, dengan berziarah kubur, kita melakukan tindakan nyata memberikan ungkapan terima kasih dan syukur atas jasa-jasa para leluhur dan pendahulu kita. Itu yang utama.

Kedua, ungkapan terima kasih itu diungkapkan melalui doa bagi mereka, tetapi juga memohon doa restu dari mereka. Kita berdoa, sekiranya masih ada hal-hal yang menghambat perjalanan mereka masuk surga, maka Tuhan Yang Maha Rahim dan Maha Pengasih serta Penyayang berkenan mengampuni dan menyempurnakan kebahagiaan mereka. Dalam keyakiman iman bahwa mereka sudah berbahagia di surga, maka, bolehlah, kita yang masih berziarah di dunia ini memohon doa restu, agar kita pun dapat setia dalam tugas perutusan dan pelayanan kita, apa pun panggilan dan pekerjaan kita.

Referensi pihak ketiga

Ketiga, kita juga berdoa bagi bangsa kita. Terutama saat kita berkunjug ke makam Gus Dur, Bung Karno, dan para pahlawan Nasional kita (KH Hasjim Ansy’ari, KH Wahid Hasyim dan KH Abdul Wahab Hasbullah). Mereka telah berjuang demi kemerdekaan Republik Indonesia. Bung Karno dan Gus Dur adalah para Presiden RI. Bung Karno seorang Proklamator Kemerdekaan RI bersama Bung Hatta. Gus Dur adalah Presiden ke-4 RI. Maka, selayaknyalah kepada mereka semua kita memohon doa restu juga bagi bangsa Indonesia agar tetap rukun, adil, dan sejahtera.

Itulah beberapa alasan, mengapa ziarah kubur itu diperlukan. Semoga inspirasi dan motivasi itu menjawab pertanyaan, “Mengapa harus dilakukan ziarah kubur? Apa makna dan artinya?” Tiga jawaban itu bisa memberi inspirasi dan motivasi, di samping yang utama adalah rasa cinta dan kasih sayang kita serta sikap hormat kepada para leluhur atau pendahulu kita dan siapa saja yang telah berpulang ke pangkuan Tuhan.

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Kampus Ungu Unika Soegijapranata, 14/3/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pengalaman pribadi

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2262427527419333?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.