Inspiration

Inspirasi Yesus Yang Selalu Tenang Penuh Kasih Meski Bahaya Mengancam, Bagaimanakah?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah inspirasi Yesus yang selalu tenang penuh kasih meski bahaya nengancam. Bagaimanakah?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Jawabannya ada dalam Bacaan Liturgi 05 April 2019 Hari Biasa Pekan Prapaskah IV Bacaan Injil Yohanes 7:1-2.10.25-30. Mari kita baca dan renungkan.

Yesus berjalan keliling Galilea; Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha membunuh-Nya.Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun.Sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Ia pun pergi juga ke sana, tidak terang-terangan tetapi diam-diam.

Beberapa orang Yerusalem berkata, “Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?Lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa, dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus? Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, padahal bila Kristus datang, tidak ada seorang pun yang tahu dari mana asal-Nya.”

Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru, “Memang Aku kamu kenal, dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi diutus oleh Dia yang benar, yang tidak kamu kenal.Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia, dan Dialah yang mengutus Aku.”

Mereka berusaha menangkap Yesus, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba. (Yohanes 7:1-2.10.25-30).

Yesus tampak selalu tenang dan mengendalikan setiap situasi yang mengancamNya. Dia tahu bahwa sehelai rambut hanya akan jatuh dari kepalaNya kecuali Bapa dengan sengaja membiarkannya terjadi. Banyak kali ketakutan mencekam kita sehingga kita menjadi lemah. Untuk menaklukkan ketakutan kita, kita perlu lebih percaya, berharap lebih, dan lebih mengasihi Kristus.

Tidak ada yang bisa mengurangi tekadNya untuk memberi makan yang lapar secara spiritual, menyembuhkan yang sakit, dan mengajar yang bodoh. Cinta memberi Kristus kemampuan untuk memberi diriNya lebih banyak. Cinta melindungi hidup dari prasangka dan keluhan.

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 4/4/2019

BERKAH DALEM

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Yohanes 7:1-2.10.25-30

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1416102042731698?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.