Inspiration

Semua Karena Inspirasi Gus Dur, Itulah Yang Memberi Motivasi Kaum Muda Ini, Bagaimanakah?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Memberi inspirasi kepada kaum muda tentang visi kemanusiaan, kebangsaan dan kerukunan dalam keberagaman itu tidak mudah. Namun tidak demikianlah dengan hal yang satu ini, ketika inspirasi itu bersumber dari KH Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur; dan saya menjadi saksi gerakan ini. Bagaimanakah?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – Memberi sambutan peneguhan – pemotret Ajid

Inilah yang terjadi dalam komunitas Gusdurian, yakni komunitas yang bertekad mewarisi dan melanjutkan inspirasi Gus Dur. Dalam sepekan ini saja, saya mengalami inspirasi dan motivasi itu. Jumat tanggal 8 Maret 2019, bersama Gusdurian Solo, saya berziarah ke Makam Gus Dur di Jombang. Jumat berikutnya, 15 Maret 2019, saya diundang untuk memotivasi Gusdurian Semarang yang mengadakan Musyawarah Komunitas dalam rangka pemilihan pengurus baru.

Mereka adalah mahasiswi-mahasiswa dari berbagai kampus di Semarang yang bergabung dalam Gusdurian Semarang. Mas Ajid mengirimkan undangan ke pastoran saya. Saya berangkat bergagung dengan mereka yang mengadakan musyawarah ini di aula Gereja Paroki St. Theresia Bongsari (Jumat, 15/3/2019). Sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa-mahasiswi dari UIN Walisongo, Unwahas, Unika Soegijapranata dan UNNES. Tentu saja, sebagian dari mereka beragama Islam, meski ada yang Hindu dan Katolik. Itulah ciri Gusdurian Semarang pada khususnya, dan Gusdurian pada umumnya.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr -Bersama Gusdurian Semarang – pemotret Niken Yunantyo

Mas Abdul Gopang Gaffur yang menjadi Ketua Demisioner menyebutku sebagai pembina Gusdurian Semarang. Memang, relasi kami, baik personal maupun organisasional cukup intensif. Mas Yunantyo Yas Adi yang adalah Presidium Gusdurian Nasional menjadi saksi, yang juga hadir dalam pertemuan itu.

Nah, kepada teman-teman Gusdurian Semarang kali ini, saya garisbawahi inspirasi Gus Dur sebagai pejuang kemanusiaan dan kerukunan dalam keberagaman. Sebagaimana tertukis pada batu nisan di makam Gus Dur, “Di sini dibaringkan pejuang kemanusiaan” begitulah inspirasi utama Gus Dur. Inspirasi ini harus memberi motivasi kepada kaum muda untuk berani menjadi pejuang kemanusiaan pula. Salah satunya dengan memperkuat sikap saling hormat dan menghargai melalui kerukunan dalam keberagaman.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Nah, bagaimana menurut UCers Sqhabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Bongsari Semarang, 15/3/2019

BERKAH DALEM

Sumber: refleksi pengalaman pribadi

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4442289075853474?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.