Inspiration

Aku Tidak Menyembunyikan Mukaku Ketika Aku Diludahi, Aku Tetap Mengampuni dan Mengasihi

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah inspirasi dan motivasi untuk tetap mengampuni dan mengasihi orang yang menghina, memfitnah dan menyakiti kita. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku diludahi, aku tetap mengampuni dan mengasihi.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Inspirasi selengkapnya ada di dalam Bacaan Liturgi 17 April 2019 Hari Rabu Dalam Pekan Suci Bacaan Pertama Yesaya 50:4-9a. Mari kita baca dan renungkan.

Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.Tuhan Allah telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang.Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi.

Tetapi Tuhan Allah menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Maka aku meneguhkan hatiku seperti teguhnya gunung batu, karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu. Dia yang menyatakan aku benar telah dekat. Siapakah yang berani berbantah dengan aku? Marilah kita tampil bersama-sama! Siapakah lawanku beperkara? Biarlah ia mendekat kepadaku! Sungguh, Tuhan Allah menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah?

Demikianlah sabda Tuhan. Syukur kepada Allah.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Akan selalu ada orang yang tidak suka pada kita lalu dengan segala cara akan “menghabisi” kita. Minimal menghabisi dengan cara psikis memfitnah, menjelek-jelekkan, dan menista kita meski sering dilakukan secara pengecut tanpa nama. Jangan pernah berniat mau membalasnya. Tidak perlu juga membela diri. Inilah makna yang bisa kita renungkan.

Yesus bahkan mengalami hal itu tak hanya secara psikis tetapi juga secara fisik. Ia disiksa, dihina, dibunuh dan disalibkan. Namun Yesus tak pernah melawan dan apalagi membalasnya. Ia justru mendoakan, tetap mengampuni dan mengasihi.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 16/4/2019

BERKAH DALEM

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Yesaya 50:4-9a

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1254358288139824?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.