Inspiration

Aku Tidak Menyembunyikan Mukaku Saat Dinodai Sebab Aku Tahu, Aku Tidak Akan Mendapat Malu!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah inspirasi dan motivasi yang bisa direnungkan dalam menghadapi berbagai ancaman dan serangan bahkan bahaya maut sekalipun. Seperti apakah?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Jawabannya ada dalam bacaan Liturgi 14 April 2019 Hari Minggu Palma (Mengenangkan Sengsara Tuhan) Bacaan Pertama Kitab Yesaya 50:4-7. Begini selengkapnya.

Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataanku aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.

Tuhan Allah telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi.

Tetapi Tuhan Allah menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Maka aku meneguhkan hatiku seperti teguhnya gunung batu, karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu. (Yesaya 50:4-7)

Tuhan pasti menjaga dan melindungi siapa saja yang mengandalkan kerahiman-Nya. Syaratnya, kita harus mendekatkan diri kepada-Nya. Tiap hari mendengarkan, merenungkan dan belajar melaksanakan sabda dan kehendak-Nya. Pasti tidak mudah, namun tak berarti bahwa tidak bisa.

Syarat lain adalah, tak perlu membela diri saat mendapatkan cobaan bahkan siksaan. Ikhlas saja menjalaninya. Itulah yang dimaksudkan dengan pesan firman: Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi.

Penyerahan diri kepada Allah itulah yang akan membuat kita kuat dan tabah. Jadi, jangan mengandalkan diri sendiri melainkan melulu kerahiman-Nya melalui semangat tobat terus-menerus seumur hidup.

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 13/4/2019

BERKAH DALEM

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Yesaya 50:4-7.

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4210698198239216?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.