Inspiration

Ia Ditikam Karena Kejahatan Kita Namun Juga Demi Keselamatan Kita, Bagaimanakah?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Ia ditikam karena kejahatan kia namun juga demi keselamatan kita, Bagaimanakah?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Jawabannya diwartakan dalam Bacaan Liturgi 19 April 2019 Hari Jumat Agung Bacaan Pertama Yesaya 52:13-53:12. inilah selengkapnya. Mari kita renungkan.

Beginilah firman Tuhan, “Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil! Ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan!Seperti banyak orang tertegun melihat dia — rupanya begitu buruk, tidak seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi, –demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, dan raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia! Sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan yang tidak mereka dengar akan mereka pahami. Maka mereka berkata: Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan? Sebagai taruk Hamba Yahwe tumbuh di hadapan Tuhan, dan sebagai tunas ia muncul dari tanah kering.

Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan, dan biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia, dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. Ia tidak tampan, dan semarak pun tidak ada padanya, sehingga kita tidak tertarik untuk memandang dia; dan rupanya pun tidak menarik, sehingga kita tidak terangsang untuk menginginkannya.

Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kitalah yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Sesungguhnya dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; derita yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing mengambil jalan sendiri! Tetapi Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas, dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan waktu mati ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan, dan tipu tidak ada dalam mulutnya.

Tetapi Tuhan berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan, dan apabila ia menyerahkan dirinya sebagai kurban silih, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak Tuhan akan terlaksana karena dia. Sesudah kesusahan jiwanya, ia akan melihat terang dan menjadi puas. Sebab Tuhan berfirman, Hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan. Ini semua sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang, dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.

Demikianlah sabda Tuhan. Syukur kepada Allah.

Bacaan ini diwartakan dalam rangka mengenang wafat Yesus Kristus yang diawali dengan penderitaan penyiksaan dan penyaliban. Maka, gambaran nubuat Nabi Yesaya itu digenapi oleh Yesus.

Dialah yang ditikam karena kejahatan kita manusia. Dialah pula yang menderita sengsara, disalibkan, wafat dan dimakamkan. Namun pada hari ketiga bangkit dari alam maut. Semua dilaksanakan dalam ketaatan demi keselamatan.

Umat Kristiani mengenang dan merayakannya bukan dalam dukacita melainkan dalam sukacita oleh sebab buah penebusan-Nya. Ia menderita sengsara dan wafat demi keselamatan kita semua.

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 19/4/2019

BERKAH DALEM

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Yesaya 52:13-53:12.

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3314528501940454?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.