Inspiration

Inilah Inspirasi Kisah Kasih dalam Sengsara Yesus Kristus Melalui Perayaan Ekaristi (1)

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah inspirasi Kisah Kasih dalam Sengsara kita Yesus Kristus menurut Lukas. Ada berbagai pokok permenungan yang bisa diresapkan. Inilah bagian pertama.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Inspirasinya dari Bacaan Liturgi 14 April 2019 Hari Minggu Palma (Mengenangkan Sengsara Tuhan) Bacaan Injil Lukas 22:14- 23:56. Mari kita cermati.

Inilah Kisah Sengsara Tuhan kita Yesus Kristus menurut Lukas. Ketika tiba saat perjamuan Paskah, Yesus duduk makan bersama-sama dengan rasul-rasul-Nya. Kata-Nya kepada mereka, “Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita. Sebab Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan memakannya lagi sampai perjamuan ini digenapkan dalam Kerajaan Allah.”

Kemudian Yesus mengambil sebuah cawan, mengucap syukur, lalu berkata, “Ambillah ini dan bagikanlah di antara kamu! Sebab Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai Kerajaan Allah telah datang.” Lalu Yesus mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, seraya berkata, “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini untuk mengenangkan Daku.” Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan. Ia berkata, “Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu. Tetapi, lihat, tangan orang yang menyerahkan Aku ada bersama Aku di meja ini. Sebab Anak Manusia memang akan pergi seperti yang telah ditetapkan, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Ia diserahkan!” Lalu mulailah mereka mempersoalkan, siapa di antara mereka yang akan berbuat demikian.

Referensi pihak ketiga

Pada bagian ini, kisah kasih sengsara Yesus diawali dengan penyerahan diri Yesus. Penyerahan diri itu bahkan selalu dikenangkan hingga hari ini melalui Sakramen Ekaristi yakni Perayaan Tanda dan Sarana Keselamatan Tuhan yang menyerahkan Tubuh dan Darah-Nya sebagai Santapan dan Minuman Rohani keselamatan kita.

Karenanya, sangat tepat bahwa Ekaristi disebut sebagai sumber dan puncak hidup beriman Kristiani. Saya bersyukur sebagai warga Gereja Katolik yang boleh ambil bagian dalam Perayaan Sakramen Ekaristi ini, baik sebagai imam-Nya maupun sebagai umat-Nya.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih. (bersambung)***

JoharT Wurlirang, 13/4/2019

BERKAH DALEM

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Lukas 22:14- 23:56

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4256872483471034?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.