Inspiration

Inilah Kisah Kasih dalam Sengsara Yesus bagi Dunia Dilandasi Doa Pasrah dan Ketaatan (3)

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah inspirasi Kisah Kasih dalam Sengsara kita Yesus Kristus menurut Lukas. Ada berbagai pokok permenungan yang bisa diresapkan. Inilah bagian pertama.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Inspirasinya dari Bacaan Liturgi 14 April 2019 Hari Minggu Palma (Mengenangkan Sengsara Tuhan) Bacaan Injil Lukas 22:14- 23:56. Mari kita cermati.

Lalu pergilah Yesus ke luar kota, dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia. Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka, “Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.”

Kemudian Yesus menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya. Di sana Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya, “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku. Tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang hendaknya terjadi.” Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri untuk memberi kekuatan kepada-Nya. Yesus sangat ketakutan, dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan di tanah. Lalu Ia bangkit dari doa-Nya dan kembali kepada murid-murid-Nya. Tetapi Ia mendapati mereka sedang tidur karena dukacita. Kata-Nya kepada mereka, “Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.”

Waktu Yesus masih berbicara, datanglah serombongan orang, sedang murid-Nya yang bernama Yudas mendekati Dia untuk mencium-Nya. Maka kata Yesus kepadanya, “Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman?” Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi, berkatalah mereka, “Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang?” Dan seorang dari mereka menyerang hamba Imam Agung, sehingga putuslah telinga kanannya. Tetapi Yesus berkata, “Sudahlah!” Lalu Yesus menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya.

Maka Yesus berkata kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah serta tua-tua yang datang untuk menangkap Dia, kata-Nya, “Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung?Padahal tiap-tiap hari Aku ada di tengah-tengah kamu di dalam Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Tetapi inilah saatmu, dan inilah kuasa kegelapan itu!” Lalu Yesus ditangkap dan dibawa dari tempat itu. Ia digiring ke rumah Imam Agung. Dan Petrus mengikut dari jauh.

Hal pertama yang dicontohkan Yesus adalah berdoa pasrah dalam ketaatan pada kehendak Allah. Doa itu penting agar tidak jatuh ke dalam pencobaan. Itu makna doa pasrah dalam ketaatan demi keselamatan dunia. Biarlah semua terjadi menurut kehendak Bapa Surgawi.

Secara manusiawi ada godaan untuk melawan. Namun Yesus tidak mengijinkan hal itu. Bahkan kasih Yesus bagi lawan-Nya istimewa. Ia menyembuhkan lawan-Nya dengan kasih ketika ada yang terluka. Yesus mengendalikan keadaan dengan kasih dan kerahoman bukan dengan kebencian dan balas dendam. Itulah penyerahan diri berkat doa pasrah dan ketaatan. Buahnya adalah penebusan.

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih. (bersambung)***

JoharT Wurlirang, 13/4/2019

BERKAH DALEM

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Lukas 22:14- 23:56.

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1055662985550416?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.