Inspiration

Inilah Kisah Kasih Sengsara Yesus, Siapa Menolong dan Ditolong, Siapa Menghibur & Dihibur?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah inspirasi Kisah Kasih dalam Sengsara Yesus Kristus menurut Lukas. Ada berbagai pokok permenungan yang bisa diresapkan. Inilah bagian keenam. Fokusnya adalah Simon dari Kirene dan para perempuan yang menangisi Dia. Menarik. Ada perubahan makna. Bagaimana dan mengapa? Siapa menolong dan ditolong, siapa menghibur dan dihibur?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Inspirasinya dari Bacaan Liturgi 14 April 2019 Hari Minggu Palma (Mengenangkan Sengsara Tuhan) Bacaan Injil Lukas 22:14- 23:56. Mari kita cermati pengalaman rohani Simon dari Kirene dan para perempuan yang menangisi Yesus.

Ketika membawa Yesus untuk disalibkan, para serdadu menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu meletakkan salib Yesus di atas bahunya, supaya ia memikulnya sambil mengikuti Yesus.

Sejumlah besar orang mengikuti Yesus; di antaranya banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia. Yesus berpaling kepada mereka dan berkata, “Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu! Sebab lihat, akan tiba masanya orang berkata: Berbahagialah perempuan mandul, berbahagialah perempuan yang rahimnya tidak pernah melahirkan, dan yang tidak pernah menyusui. Maka orang akan mulai berkata kepada gunung-gunung: Runtuhlah menimpa kami! dan kepada bukit-bukit: Timbunilah kami! Sebab jikalau orang berbuat demikian terhadap kayu hidup, apakah yang akan terjadi dengan kayu kering?”

Pengalaman Simon dari Kirene menarik. Teks menyebutkan, para serdadu menahan dia. Lalu mereka meletakkan kayu salib di atas pundak Simon dari Kirene. Ia memikulnya sambil mengikuti Yesus.

Apakah pada awalnya Simon melakukannya dengan suka rela? Oh, pasti tidak. Itu gara-gara para serdadu. Namun yang tidak suka rela alias terpaksa itu berubah menjadi kerelaan dan teladan kesalehan justru karena Yesus Sang Penebus yang jalan-Nya diikuti Simon. Mengapa? Karena peristiwa kebangkitan-Nya. Semua mengubah paradigmanya.

Demikian juga dengan para perempuan yang menangisi Yesus. Yesus justru meminta agar mereka mensngisi diri mereka sendiri dan anak-anak mereka. Yesuslah yang ternyata justru menghibur mereka. Itulah akibat kisah kasih sengsara Yesus.

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 14/4/2019

BERKAH DALEM

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Lukas 22:14- 23:56

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1845131281167455?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.