Inspiration

Inspirasi dan Motivasi Bagaimanakah Menuruti Firman Tuhan?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Selalu menjadi pertanyaan kita, bagaimana bisa menuruti Firman Tuhan dalam kehidupan kita? Sering tidak mudah, namun tak perlu menyerah. Inilah yang bisa menjadi inspirasi kita.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Mari kita jadikan Bacaan Liturgi 11 April 2019 Hari Biasa Pekan Prapaskah V PW S. Stanislaus, Uskup dan Martir Bacaan Injil Yohanes 8:51-59 sebagai sumber inspirasi dan motivasi. Begini selengkapnya.

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi, “Aku Berkata kepadamu: Sungguh, barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.”

Kata orang-orang Yahudi kepada Yesus, “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. Adakah Engkau lebih besar daripada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabi pun telah mati! Dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?”

Jawab Yesus, “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku. Tentang Dia kamu berkata: Dia adalah Allah kami, padahal kamu tidak mengenal Dia. Sebaliknya, Aku mengenal Dia, dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendosa, sama seperti kamu. Tetapi Aku mengenal Dia, dan Aku menuruti firman-Nya. Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku; ia telah melihatnya dan ia bersukacita.”

Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada Yesus, “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?” Kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah. (Yohanes 8:51-59)

Yesus Kristus memperingatkan kita tentang kematian rohani, yang merupakan konsekuensi dari dosa serius. Inilah sebabnya mengapa Gereja secara tradisional berdoa, di Litani Orang-Orang Suci, untuk dibebaskan dari mors perpetua (kematian abadi). Itulah yang disebut kematian rohani. 

Dalam tradisi Katolik, masa Prapaskah adalah waktu untuk memberantas semua bentuk kejahatan ini dari kehidupan kita, terutama melalui praktik positif doa, penebusan dosa, dan pemberian sedekah. Doa, pantang, puasa dan karya amal merupakan bagian dari ungkapan pertobatan yang disempurnakan dalam Sakramen Tobat dan Pengampunan.

Hanya Roh Kuduslah yang memberi kehidupan. Hanya dengan iman dan bantuan Roh Kudus kita dapat memahami hal-hal tentang Allah. Dunia saat ini dipenuhi dengan apa yang kita sebut semangat materialisme. Ia memandang hal-hal material dan nilai-nilai sebagai solusi untuk segalanya. Hal-hal materi diperlukan, karena kita adalah bagian dari materi. Tetapi penjelasan yang murni material tidak akan pernah bisa menjawab kebutuhan manusia yang lebih dalam secara spirituql.

Maka, kita harus berusaha untuk mengadopsi cara hidup spiritual atau supranatural dan melihat diri kita sendiri dan dunia kita dari sudut pandang ini, agar tidak menjadi buta terhadap kebenaran kasih kerahiman Tuhan. Inilah tantangan kita yakni untuk membuka mata hati dan jiwa ke tingkat spiritual bersama Tuhan. Bagaimana saya menanggapi tantangan ini dalam hidup saya sendiri dalam dan bersama kasih kerahiman Tuhan?

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan, Yogya, 11/4/2019 »̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Yohanes 8:51-59

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3483847437498322?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.