Inspiration

Tanpa Iman, Harapan dan Cinta, Makam Kosong Tiada Bermakna! Lalu Bagaimana?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Tanpa iman, kenyataan yang seharusnya menginspirasi harapan hanya akan membingungkan yang bersangkutan. Contohnya adalah peristiwa Paskah dalam sejarah iman yang ditandai oleh makam kosong. Bagaimana penjelasannya? 

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Inspirasinya masih bisa ditimba dalam Bacaan Liturgi 21 April 2019 Hari Raya Paskah Kebangkitan Tuhan Bacaan Injil Yohanes 20:1-9. Mari kita baca dan renungkan dari sisi tema ini. Tanpa iman, tanda makam kosong tiada bermakna!

Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: “Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.” Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati. (Yohanes 20:1-9)

Makam kosong tempat jenazah Yesus dibaringkan sesudah wafat-Nya, dalam terang iman, harapan dan kasih, menjadi tanda kemenangan penuh, cinta paling mulia, dan kehadiran keselamatan yang paling kuat. 

Maria Magdalena, Petrus, dan Yohanes semua melihat kubur yang kosong. Tetapi iman mereka yang terbatas membutuhkan waktu untuk tumbuh dan pada akhirnya menerima karunia besar yang ditawarkan kepada mereka. 

Dalam mendekati misteri Tuhan, kita harus membangkitkan iman, kasih dan harapan kita. Kalau tidak, apa yang seharusnya menyebabkan iman, harapan dan kasih serta keberanian hanya akan berakhir menjadi batu sandungan. Hanya iman yang tulus dan murah hati dalam Yesus Kristus yang memampukan kita untuk mengerti keadaan kehidupan dengan harapan, keyakinan, dan damai sejahtera.

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 21/4/2019

SALAM PASKAH

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Yohanes 20:1-9

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4323648563651512?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.