Inspiration

Memberi Kesaksian, Tidak Boleh Memaksakan Kehendak pada Sesama

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Membaca dan merenungkan teks Injil Yohanes 3:5-15, saya menemukan beberapa hal ini. Kita harus bijak menyikapinya.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Pertama, Yesus berbicara di sini tentang memberi kesaksian. Dia ingin kita menjadi saksinya juga. Dia ingin kita terus memberitakan kepada dunia realitas “hal-hal surgawi” yang Dia ungkapkan. 

Kedua, mungkin kesaksian terbesar yang dapat kita berikan adalah kebahagiaan dan amal hidup kita. Umat ​​Katolik yang gembira dan murah hati menunjukkan sikap mereka bahwa iman mereka asli.

Ketiga, saat tergoda untuk marah, kesal, atau bersikap kritis pada sesama, sebelum semuanya terjadi, tanyakan pada diri sendiri, “Apakah ini kesaksian kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus? Atau, ini hanya luapan emosi sesaat yang bertumpu pada egoisme diri sendiri?”

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 30/4/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1977352721063333?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.