Inspiration

Rendah Hati dan Percaya Menyambut Roti Kehidupan!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. ​Refleksi ini masih terkait dengan bekal perjalanan rohani peziarahan dari dunia menuju surga. Bekal rohani itu berupa Roti Surgawi yang bukan sembarang roti, melainkan Roti yang memberikan daya hidup tak hanya di dunia, melainkan juga di surga. Bagaimanakah?​

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

​Mohon maaf, refleksi ini memang berbasis pada iman Gereja Katolik yang memberi ruang dan tempat bagi Ekaristi sebagai Sakramen, yakni tanda dan sarana keselamatan. Gereja Katolik menyebutnya sebagai sumber dan puncak kehidupan iman, harapan dan cinta. 

Tentu saja, ibaratnya, mereka yang ​merasa diri ​tidak kelaparan ​pastilah ​tidak membutuhkan ​R​oti​ Surgawi, yakni Ekaristi. Maka, wajar bila mereka tidak ​memerlukannya, sehingga merasa tak perlu menyambutnya. Untuk bisa menyambut Roti Surgawi dalam Ekaristi memang membutuhkan kerendahan hati, yakkni jiwa rendah hati merasa lapar dan haus akan Tuhan! ​

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

​Ketika jiwa kita lapar ​akan Tuhan, Roti Surgawi disediakan sebagai santapan jiwa. ​Roti Surgawi bukan buatan manusia, melainkan anugerah dari Tuhan semata. Maka, ​s​atu-satunya jalan untuk menerima rezeki ini adalah dengan rendah hati ​meminta ​kepada Tuhan yang telah menyediakannya. ​Kita harus datang ​kepada Tuhan dengan tangan terbuka dan hati yang terbuka. 

​Inilah salah satu hal positif dari orang banyak yang berkata kepada Yesus, ​“Tuan, berikanlah kami ​R​oti ini selalu.” Itulah ​keterbukaan dan kerendahan hati untuk memohon, disadari atau tidak. Roti ​Surgawi untuk keabadian​ menumbuhkan kerinduan untuk menyambutnya​. ​Roti itu memuaskan rasa lapar ​jiwa ​kita yang terdalam. 

​Roti dari surga bukanlah ​R​oti yang dibuat oleh tangan manusia. ​Hanya ​Kristus​lah yang ​dapat memberikan diri​-Nya ​sebagai Roti Surgawi kepada siapa saja yang percaya kepada-Nya. Karenanya, syarat pertama untuk bisa dan boleh menyambut-Nya sebagai Roti Surgawi adalah percaya. Kepercayaan menumbuhkan kerinduan dalam seruan, “Tuhan, berikan kami ​R​oti ini selalu.”

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

​Semoga di tengah kesibukan harian, kita masih memiliki kerinduan dan kerelaan untuk datang menyambut Roti Kehidupan. D​emikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***​

Kampus Ungu Unika Soegijapranata, 7/5/2019 

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: ​Bacaan Liturgi 07 Mei 2019 Hari Biasa Pekan Paskah III Bacaan Injil Yohanes 6:30-35.

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/37209197687085?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.