Inspiration

Inspirasi Peradaban Kasih Ekologis: Laudato Si’ (Seri 1)

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Tanggal 24 Mei 2019, Ensiklik yang ditulis dan diterbitkan oleh Paus Fransiskus, berjudul Laudato Si’ Mi’ Signore: On Care for Our Common Home “berulang tahun” ke-4. Empat tahun silam, 24 Mei 2015, Ensiklik Laudato Si’ lahir di bumi kita. 

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Ensiklik itu lahir di bumi sebagai rumah bersama, karya Sang Pencipta yang indah dan kaya, namun sedang ditimpa krisis. Krisis itu disebut krisis ekologi, yakni kehancuran semesta yang mengancam masa depan kehidupan manusia, ciptaan dan lingkungan hidup. Dalam situasi inilah, Paus Fransiskus menerbitkan ensiklik yang profetik, Ensiklik itu berjudul Laudato Si’ Mi’ Signore: On Care for Our Common Home

Menurut Paus Fransiskus, krisis ekologi terjadi karena kejahatan manusia. Kejahatan itu diperhitungkan sebagai dosa! Karenanya, harus ada pertobatan, namanya pertobatan ekologis.

Sesudah itu, apakah yang harus dibuat oleh manusia dan bagaimanakah caranya? Inilah yang harus terus-menerus kita jawab bersama. Tentu saja, demi keutuhan ciptaan dan kelestarian lingkungan hidup di bumi, rumah kita bersama, kita tidak cukup hanya melakukan pertobatan ekologis. Pertobatan ekologis harus berbuah. 

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Belakangan ini, saya tertarik untuk menggagas dan menawarkan paradigma baru praksis peradaban kasih ekologis yang bercorak ekumenis-interreligius sebagai buah pertobatan ekologis dengan suatu telaah ekoteologis. 

Peradaban kasih ekologis secara hakiki merupakan rahmat berkat sikap tobat secara ekologis, yang dalam bahasa teologi disebut keselamatan, pemulihan dan penebusan. Manusia secara aktif-partisipatif harus menanggapinya melalui praksis strategis secara terus-menerus dan berkelanjutan hingga hadirnya langit baru dan bumi baru sebagai rumah bersama yang harmonis, damai dan sejahtera.

Itulah gagasan dasar yang sedang berkecamuk dalam hati, jiwa dan pikiran saya. Semoga saya dimampukan untuk meneliti dan mengolah gagasan dasar itu sehingga bermanfaat bagi Gereja, Bangsa, Umat dan Masyarakat. 

Referensi pihak ketiga

Sekian dulu. Mohon doa semoga lancar segala sesuatunya. Terima kasih. Semoga bermanfaat. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.**

Kantor INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan, 25/5/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Laudato Si

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4104245004991332?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.