Inspiration

Renungan Minggu: Biarkan Firman-Nya Tertulis dalam & Melembutkan Jiwa Kita Oleh Roh Kudus!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah inspirasi biarkan Tuhan menuliskan Firman-Nya dalam hati dan hidup kita.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Kepada kita semua Yesus bersabda, “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firmanKu dan BapaKu akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firmanKu; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari padaKu, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.” (Yohanes 14:23-24)

Dalam Injil, kita memang tidak memiliki tulisan-tulisan Yesus. Satu-satunya catatan yang mengatakan Yesus menulis hanyalah Yohanes 8:6,8 ketika Yesus membungkuk menulis sesuatu di tanah dengan jari-Nya. Ada hal menarik dalam konteks kisah ini. Yesus menulis di hadapan orang banyak yang kalap dan menggunakan perempuan yang tertangkap basah berbuat zinah untuk mencobai Yesus. 

Namun ketika jari-Nya menulis di tanah, ternyata Yesus pun menulis dan menggores hati mereka yang mengeras hingga melawan Dia. Efek dari sikap itu dan Sabda yang Ia ucapkan, “Barangsiapa di antara kalian tidak berdosa, silahkan lempar batu pertama kali kepadanya…” luar biasa istimewa. Mereka semua menjatuhkan batu-batu yang mereka maksud untuk membunuh wanita zina itu. Batu-batu ini tampaknya juga merupakan lambang kekerasan hati mereka. Mereka menjatuhkan batu-batu dari tangan mereka karena hati mereka juga melunak, lalu mereka pergi!

Dalam Perjanjian Lama, kita melihat Musa turun dari gunung dengan dua loh batu yang berisi hukum tertulis Allah, Sepuluh Perintah Allah. Dalam Perjanjian Baru, Yesus Kristus hadir bagai Musa Baru yang datang untuk menghancurkan hati kita yang berbatu-batu dan menuliskan hukum kasih-Nya di dalam hati kita. 

Yesus Kristus ingin kita memberi-Nya batu tulis kehidupan kita sehingga Dia dapat menulis apa pun yang Dia inginkan dalam kehidupan kita. Biarkan Yesus menuliskan dalam hati dan hidup kita Firman dan Hukum Kasih dengan daya Roh Kudus yang melunakkan serta melembutkan jiwa kita.

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 26/5/2019 »̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 26 Mei 2019 Hari Minggu Paskah VI Bacaan Injil Yoh 14:23-29

Sumber http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2794704483774559?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.