Inspiration

Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus ke Sorga, Apa Maknanya?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Seorang jurnalis dari Jawa Pos Radar Semarang bertanya padaku tentang kisah di balik Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus ke Sorga (30/5/2019) dan apa maknanya bagi kita sekarang ini. Inilah jawaban yang saya berikan.

Referensi pihak ketiga

Kakau kita bicara tentang kenaikan Yesus Kristus ke Sorga, ada tiga acuan alkitabiah yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan. Tentang Kenaikan Yesus Kristus ke Sorga, kita bisa membaca dan merenungkan Injil Markus 16:19-20; Injil Lukas 24:50-53 dan Kisah Para Rasul 1:8-11. Ketiga teks itu memberi kesaksian tentang Yesus Kristus yang terangkat ke sorga. Namun, jangan lupa, teks itu adalah kisah iman bukan laporan sejarah walau memiliki data historis.

Dikisahkan dalam ketiga teks itu, empat puluh hari sesudah kebangkitan-Nya dari maut, Yesus Kristus mengajak para murid-Nya ke luar kota sampai dekat Betania. Mereka inilah yang menjadi saksi kenaikan-Nya ke sorga. Dikisahkan pula, Yesus Kristus mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Yesus Kristus terangkat ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Saat semuanya terjadi para murid-Nya pun sujud menyembah kepada-Nya., meski ada yang ragu-ragu. Ah, itu hal yang biasa. Dan diwartakan dengan jujur tanpa menghilangkannya.

Sesuai dengan perintah Yesus Kristus, merekapun pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah dalam doa dan menantikan kedatangan Roh Kudus. Sesudah Roh Kudus tercurah, pergilah para murid memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Roh Kudus turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. (Markus 16:19-20; Lukas 24:50-53; Kisah Para Rasul 1:8-11).

Itulah rangkuman kisah dasar kenaikan Yesus Kristus ke sorga. Apa maknanya?

Pertama, kenaikan Yesus Kristus ke sorga adalah puncak dari karya penebusan-Nya. Peristiwa kenaikan ke surga tidak bisa dilepaskan kisah sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya. Kenaikan ke surga adalah mahkota kemuliaan yang memberi kesempurnaan karya penebusan itu.

Kedua, kenaikan Yesus Kristus ke sorga diikuti dengan dua hal. Satu, janji pencurahan Roh Kudus sebagai tanda penyertaan Yesus Kristus kepada para murid-Nya. Saat itulah Gereja lahir dengan Roh Kudus sebagai jiwanya. Dua, perutusan untuk mewartakan Kabar Sukacita keselamatan kepada segala bangsa dan segala makhluk.

Saat ini, buah perutusan Kabar Sukacita itu tampak dalam pengampunan, kerukunan, dan persaudaraan dalam damai-sejahtera. Itulah yang saya sebut sebagai peradaban kasih. Peradaban kasih ini harus mewujud dalam kehidupan kita bersama yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama dan kepercayaan kita. Inilah yang harusvmenjadi pembeda perayaan Kenaikan Yesus Kristus ke sorga tahun ini.

Demikian, terima kasih. Semoga bermanfaat. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 30/5/2019

BERKAH DALEM

Sumber: refleksi pribadi sebagai jawaban atas pertanyaan Maria, Wartawan Jawa Pos Radar Semarang (30/5/2019), pkl 13.08 WIB

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1265804767901901?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.