Inspiration

Peradaban Kasih Ekologis, Buah Pertobatan Ekologis (7)

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah kelanjutan inspirasi pertobatan ekologis dari Laudato Si’ yang ditulis Paus Fransiskus.

Referensi pihak ketiga

“Berbagai keyakinan iman kita yang telah dikembangkan di awal Ensiklik ini, membantu memperkaya makna pertobatan ini. Misalnya, kesadaran bahwa setiap makhluk mencerminkan sesuatu dari Allah dan membawa pesan untuk kita telaah; atau juga keyakinan bahwa Kristus telah mengenakan pada dirinya sendiri dunia materiil ini dan bahwa Ia sekarang, sebagai yang dibangkitkan, hadir dalam setiap makhluk, melingkupinya dengan kasih-sayang-Nya dan menembusinya dengan cahaya-Nya; dan juga keyakinan bahwa Allah menciptakan dunia dengan menuliskan di dalamnya tata tertib dan dinamisme, dan manusia tidak berhak untuk mengabaikan hal itu. Kita membaca dalam Injil, apa yang dikatakan Yesus tentang burung, bahwa “tidak seekor pun dari padanya dilupakan Allah” (Lukas 12:6). Apakah kita masih dapat menganiayanya atau merugikannya? Saya mengundang semua orang Kristen untuk mengungkapkan dengan jelas dimensi ini dari pertobatan mereka, dengan mengizinkan kekuatan dan terang rahmat yang telah diterima, meluas pula kepada hubungan mereka dengan makhluk lain dan dengan dunia di sekitar mereka. Demikian kita membangkitkan persaudaraan mulia dengan seluruh ciptaan, seperti yang dihayati oleh Fransiskus dari Assisi dengan begitu cemerlang.” (Laudsto Si’ artikel 221)

Dalam kutipan itu di tegaskan beberapa keyakinan iman Kristiani yang dapat memperkaya makna pertobatan ekologis. Pertama, kesadaran bahwa setiap makhluk mencerminkan sesuatu dari Allah. Kedua, keyakinan bahwa Kristus telah mengenakan pada diri-nya sendiri dunia materiil ini dan bahwa Ia sekarang, sebagai yang dibangkitkan, hadir dalam setiap makhluk, melingkupinya dengan kasih-sayang-Nya dan menembusinya dengan cahaya-Nya. Ketiga, keyakinan bahwa Allah menciptakan dunia dengan menuliskan di dalamnya tata tertib dan dinamisme, dan manusia tidak berhak untuk mengabaikan hal itu.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Itulah yang saya sebut sebagai tiga alasan ekoloteologis Paus Fransiskus menyerukan pertobatan ekologis. Pertobatan yang pada dasarnya merupakan salah satu pokok iman, maka bersifat teologis, telah ditempatkan dalam konteks ekologis. Menurut saya, itulah titik tolak membangun kesadaran baru ekoteologis, yakani suatu teologi yang ramah dan peduli pada keutuhan ciptaan dan kelestarian lingkungan hidup.

Dengan kesadaran itu, sahlah seruan Paus Fransiskus: Apakah kita masih dapat menganiayanya atau merugikannya? Saya mengundang semua orang Kristen untuk mengungkapkan dengan jelas dimensi ini dari pertobatan mereka, dengan mengizinkan kekuatan dan terang rahmat yang telah diterima, meluas pula kepada hubungan mereka dengan makhluk lain dan dengan dunia di sekitar mereka. Demikian kita membangkitkan persaudaraan mulia dengan seluruh ciptaan, seperti yang dihayati oleh Fransiskus dari Assisi dengan begitu cemerlang

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih ekologis!***

JoharT Wurlirang, 31/5/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: Laudato Si artikel 219

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/389371586553917?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.