Inspiration

Peradaban Kasih Ekologis Memuat Rasa Syukur Atas Pertobatan Ekologis dalam Kebersamaan (6)

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah kelanjutan inspirasi pertobatan ekologis dari Laudato Si’ yang ditulis Paus Fransiskus. Seruan profetik tentang pertobatan ekologis mencakup beberapa hal penting terkait sikap kota sebagai orang beriman, apa pun agama dan kepercayaan kita.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Seruan pada nomor 220 ini menarik untuk disimak dan dicermati secara khusus. Maka, mari kita baca seruan selengkapnyabpada Laudato Si’ nomor 220.

“Pertobatan ini menyiratkan berbagai sikap yang bersama-sama menumbuhkan semangat perlindungan yang murah hati dan penuh kelembutan. Pertama, menyiratkan rasa syukur dan kemurahan hati, artinya, dunia diakui sebagai hadiah yang diterima dari kasih Bapa, yang menimbulkan sikap spontan pengingkaran diri dan sikap kemurahan hati bahkan jika tidak ada yang melihat atau mengetahuinya: “janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. … maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu”. (Matius 6:3-4). Pertobatan ini juga menyiratkan kesadaran yang penuh kasih bahwa kita tidak terputus dari makhluk lainnya, tetapi dengan seluruh jagat raya tergabung dalam sebuah persekutuan universal yang indah. Sebagai orang percaya, kita tidak melihat dunia dari luar tetapi dari dalam, sadar akan pertalian yang dengannya Bapa telah menjalinkan kita dengan semua makhluk. Selain itu, dengan mengembangkan kemampuan khusus yang Allah berikan kepadanya, pertobatan ekologis mendorong orang beriman untuk mengembangkan semangat dan kreativitasnya, untuk menghadapi masalah dunia dengan menawarkan diri kepada Allah “sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan” (Roma 12:1). Kita tidak menganggap kelebihan kita ini sebagai alasan untuk memegahkan diri atau mendominasi secara tak bertanggung jawab, tetapi sebagai kemampuan berbeda yang pada gilirannya meletakkan pada kita tanggung jawab besar yang lahir dari iman.” (Laudato Si’ 220).

Hal pertama yang ditekankan Paus Fransiskus dalam rangka pertobatan ekologis pada bagian ini adalah upaya menumbuhkan rasa syukur dan semangat perlindungan bagi semesta alam. Perlindungan itu diberikan dengan murah hati dan syukur.

Kita bersyukur sebab jagat raya dan seisinya adalah hadiah dari Allah. Sikap yang tepat menyambut hadiah adalah berterima kasih dan bersyukur. Hadiah harus dijaga dan dilindungi bukannya dirusak dan dihancurkan.

Selanjutnya, sikap ini dihayati secara sungguh-sungguh, entah dilihat orang entah tidak. Segala upaya untuk menjaga dan melindungi bumi sebagai rumah bersama dilakukan terus-menerus dalam komitmen yang tinggi.

Pertobatan ekologis juga dilaksanakan dalam kebersamaan universal penuh kasih. Semua bakat, kemampuan dan kreativitas harus dicurahkan untuk mengupayakan pertobatan ekologis. Itulah persembahan sekaligus pertanggungjawaban kita terhadap kasih Allah yang telah memberi hadiah kepada manusia berupa jagat raya dan alam semesta serta segala isinya.

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 30/5/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: Laudato Si artikel 220

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3325231946281587?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.