Inspiration

Praksis Peradaban Kasih Ekologis, Buah Pertobatan Ekologis, Peduli Sesama dan Semesta (13)

S​ahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Berikut adalah kelanjutan refleksi atas Laudato Si’ (LS) yang disampaikan oleh Paus Fransiskus tentang konteks perlu dan pentingnya pertobatan ekologis. Teks ini merupakan bagian terakhir dari sub tema “Menuju Gaya Hidup Yang Baru” (LS 203-208) sebagai ruang untuk suatu seruan tentang pertobatan ekologis.

Referensi pihak ketiga

Beginilah kutipan teks selengkapnya pada LS 208. Mari kita simak bersama.

Kita selalu dapat mengembangkan kemampuan baru untuk keluar dari diri sendiri menuju yang lain. Tanpa itu, kita tidak mengakui nilai intrinsik makhluk lain, kita tidak peduli untuk melindungi sesuatu demi orang lain, kita tidak memiliki kemampuan untuk membatasi diri demi menghindari penderitaan atau kerusakan lingkungan kita. Sikap dasar melampaui diri, dengan mendobrak pikiran tertutup dan keterpusatan pada dirinya, adalah akar yang memungkinkan segala perhatian diarahkan kepada orang lain dan lingkungan, dan yang menimbulkan tanggapan moral untuk menghitung dampak setiap tindakan dan keputusan pribadi kita terhadap dunia sekitar kita. Ketika kita mampu mengatasi individualisme, suatu gaya hidup alternatif dapat benar-benar dikembangkan, dan perubahan besar menjadi mungkin dalam masyarakat. (LS 208)

Dalam teks ini ditegaskan sifat dasar manusia yang diberi kemampuan untuk keluar dari diri sendiri menuju sesama (dan semesta, – dua kata terakhir tambahan saya, abpPr). Sifat dasar itu menjadi ruang bagi manusia untuk peduli dan melindungi sesuatu demi sesama, termasuk menghindari penderitaan atau kerusakan lingkungan.

Ketika kita mampu keluar dari diri sendiri dan peduli kepada sesama dan semesta, saat itulah kita bisa melampaui diri sendiri bahkan mendobrak pikiran tertutup dan keterpusatan pada diri sendiri. Persis itu pula yang merupakan akar segala kemungkinan untuk memberi perhatian kepada sesama dan semesta, baik secara moral maupun sosial.

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Kampus Ungu Unika Soegijapranata, 20/6/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: Laudato Si artikel 2​0​8

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4118320335924100?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.