Inspiration

Praksis Peradaban Kasih Ekologis, Buah Pertobatan Ekologis dalam Pendidikan Ekologis (14)

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Berikut ini lanjutan refleksi ekologis berdasarkan Laudato Si’ (LS) yang diserukan oleh Paus Fransiskus. Kita sampai pada gagasan tentang Pendidikan untuk Perjanjian antara Manusia dan Lingkungan (Bab 6, II, no 209-2015). Mari kita baca dan refleksikan nomor demi nomor bagian ini dalam rangka memahami konteks pertobatan ekologis yang diserukan oleh Paus Fransiskus.

Referensi pihak ketiga

Pada kesempatan ini, mari kita baca LS 209. Beginilah kutipan selengkapnya.

“Kesadaran terhadap krisis budaya dan ekologis yang serius harus diterjemahkan ke dalam adat kebiasaan baru. Banyak orang tahu bahwa kemajuan kita saat ini yang hanya berupa penumpukan benda atau kenikmatan, tidak cukup untuk memberikan makna dan sukacita kepada hati manusia, tetapi mereka tidak merasa mampu menolak apa yang ditawarkan kepada mereka oleh pasar. Di negara-negara yang harus membuat perubahan paling besar dalam pola konsumsi, orang-orang muda memiliki kepekaan ekologis baru dan semangat yang murah hati, dan beberapa dari mereka membuat upaya yang mengagumkan untuk membela lingkungan; tetapi mereka dibesarkan dalam lingkungan konsumtif dan amat sejahtera, yang menyulitkan mereka untuk mengembangkan kebiasaan lain. Maka kita dihadapkan pada sebuah tantangan pendidikan.” (LS 209).

Konteksnya adalah bahwa kesadaran terhadap krisis budaya dan ekologis yang serius harus diterjemahkan ke dalam habitus yang baru. Tak cukup orang hanya tahu bahwa kemajuan yang berbasis pada sikap konsumeristik, yakni penumpukan benda dan kenikmatan bisa memberikan sukacita pada manusia. Kita harus berani menolak tawaran pasar yang tak mendesak untuk dipergunakan. Perlulah perubahan pola pikir dari sikap dan pola hidup konsumtif.

Referensi pihak ketiga

Syukur pada Allah bahwa dalam konteks ini banyak orang muda yang memiliki kepekaan ekologis baru dan semangat yang murah hati. Hal ini ditandai oleh upaya-upaya mereka yang mengagumkan untuk membela lingkungan. Sayangnya, kesadaran ini berada dalam situasi masyarakat yang konsumtif sehingga, perjuangan mereka menjadi tidak mudah. Inilah tantangan pendidikan ekologis yang nyata.

Referensi pihak ketiga

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih ekologis.***

Kampus Ungu Unika Soegijapranata, 21/6/2019 

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: Laudato Si artikel 209

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3943861581309552?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.