Inspiration

Tidur-Nya Kristus Adalah Keheningan Tuhan dan Berkat bagi Kita

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Mari kita simak kisah iman dalam Injil ini. Lalu apa maknanya bagi kita? 

Referensi pihak ketiga

Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-muridNyapun mengikutiNya. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Maka datanglah murid-muridNya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.” Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. Dan heranlah orang-orang itu, katanya: “Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepadaNya?” (Mateus 8:23-27)

Seperti apa tidur Kristus? Sebagai seorang ibu muda, Maria memperhatikan Yesus tidur berulang kali di masa bayi dan kanak-kanaknya. Menarik yang direfleksikan Uskup Agung Martinez saat menulis kalimat berikut ini sebagaimana dikutip ePriest.com Daily Reflection https: //ci3.googleusercontent.com/proxy/_fLflW1fi4UQMhXr8TgMKuGzhgsvVxCdFfs_BcA3vWVeccVoasmrcGCkcnez03cmDiCs4wqDtOOyJ5CN5V8rKyRv-7RoKQ=s0-d-e1-ft#https://www.epriest.com/img/bulletin/header-new.jpg (July 2, 2019).

Referensi pihak ketiga

“Yesus sangat menawan saat mengucapkan sabda kehidupan kekal, mencapai keajaiban, terlihat dengan cinta, kehidupan yang diampuni dengan belas kasihan dan dibelai dengan kelembutan. Tapi aku ingin melihat-Nya ketika Dia tidur karena aku bisa merenungkannya sesuka hatiku, tanpa daya tarik tatapan-Nya yang menggangguku, tanpa kesempurnaan ketampanan wajah-Nya dan kemegahan kemegahan-Nya yang menyilaukan mataku dan membuatku terpesona. Keindahan Yesus yang terjaga terlalu besar untuk ukuran saya. Siapa yang bisa mendukungnya? Saya merasa lebih cocok untuk saya terselubung oleh tidur, karena kemuliaan matahari lebih disesuaikan dengan mata saya ketika saya melihatnya melalui lensa transparan ”(When Jesus Sleeps: Finding Spiritual Peace Amid the Storms of Life, Luis María Martínez, When Jesus Sleeps, p.15).

Dalam hal ini, sesungguhnya kita diundang untuk mempercayai kuasa Kristus juga di saat seakan Tuhan diam di tengah badai kehidupan kita. Itulah maknanya. Bersama-Nya pasti yang terbaik disediakan bagi kita.

Referensi pihak ketiga

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 02/7/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: Bacaan Liturgi 02 Juli 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa XIII Bacaan Injil Mateus 8:23-27

Sumber http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1316645271123992?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.