Inspiration

Yesus Kristus Memanggil dan Memilih, Panggilan dan Pilihan-Nya Bebas Seturut Kehendak-Nya!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Injil yang akan kita baca dalam refleksi ini menarik. Mari kita baca sejenak. Lalu, sesudah itu kita renungkan maknanya.

Yesus memanggil keduabelas muridNya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia. (Mateus 10:1-4)

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Saya membayangkan, ada banyak yang berada bersama Yesus di gunung pada hariYesus memanggil dan memilih para rasul-Nya. Minimal ada 72 orang murid lainnya.

Tentu, seperti biasanya, banyak yang tertarik kepada Yesus dan ingin dekat dengan-Nya. Tetapi hanya 12 orang saja yang menerima panggilan eksplisit untuk menjadi rasul, yang diutus secara khusus mewartakan Kerajaan Surga dan Damai Sejahtera. Namun, dari 12 orang itu, lahirlah komunitas yang terus berkembang dan bertahan hingga hari ini dan sampai pada akhir zaman.

Saat ini, kita pun dipanggil dan dipilih sesuai nama kita masing-masing. Itu berarti bahwa Kristus mengenal kita dengan baik ketika Dia memanggil kita, termasuk semua kekurangan dan kelemahan kita. Dia tidak meminta preferensi dari kita, melihat skor nilai dan bakat kita, atau meneliti resume kita.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

PilihanTuhan, dinyatakan dalam doa, berdaulat dan mahakuasa dalam perkataan dan perbuatan. Keputusan Tuhan tidak bisa menipu atau ditipu. Semua berjalan sesuai dan seturut kehendak-Nya semata. Tinggallah keterbukaan dan ketaatan kita menjawab panggilan dan pilihan Tuhan dalam kerendahan hati dan rasa syukur. Tentu saja, jangan lupa bahagia.

Tuhan memanggil secara bebas, dan dalam kebebasan, Para rasul dan kita menjawab dengan bebas pula. Tuhan mengawali panggilan dan pilihan hanya dengan berdoa. Doa menjadi landasan pengambilan keputusan.

Sebagai Tuhan atas tuaian, Dia pun memanggil kita masing-masing. Panggilan kita bukanlah masalah keinginan kita. Ini bukan pertanyaan tentang bakat kita atau perasaan yang memaksa untuk ini atau itu, tetapi kesadaran kita yang digerakkan oleh iman akan Tuhan yang meminta kita untuk menjawab-Nya dengan jawaban: Ya, apa pun panggilan dan tugas perutusan kita. Hanya Tuhan yang tahu kedalaman kebijaksanaan-Nya. Ini adalah misteri pertama Kerajaan yang menyentuh kita masing-masing secara pribadi: Tuhan memanggil, Dia menghendaki, dan kita berkata “Ya.” Ini adalah satu-satunya jawaban yang harus kita persembahkan, tiada hal lain.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Kampus Ungu Unika Soegijapranata, 10/7/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: Refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 10 Juli 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa XIV khususnya Bacaan Injil Mateus 10:1-4

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2810042974998292?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.