Inspiration

Pergilah dan Wartakanlah Kerajaan Surga Sudah Dekat, Ini Bukan Tentang Hari Kiamat; Lalu?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Yesus Kristus memberikan perintah kepada para murid-Nya untuk “Pergilah dan wartakanlah Kerajaan Surga sudah dekat!” Apa maknanya dan bagaimana harus dilaksanakan? Ini vukan tentang Hari Kiamat; lalu tentang apa?

Referensi pihak ketiga

Pertama, Kerajaan Surga tidak dapat diwartakan sambil duduk di kursi yang nyaman dan empuk dengan segala kemapanan. Itu yang bisa disebut sebagai zona-nyaman. 

Kedua, maka kita harus bergerak dari zona-nyaman menuju zona-riskan, yakni kehidupan yang penuh dengan risiko yang kerap kali tidak mudah, penuh tantangan dan bisa jadi membuat lelah. Namun dalam semua itu, kita berlimpah berkah dan bahkan saling menjadi berkah dalam kehidupan bersama yang indah! 

Referensi pihak ketiga

Ketiga, kita tidak bisa menunggu dunia yang membutuhkan Kristus datang ke rumah kita. Membiarkan peluang yang memungkinkan kita dapat melayani lewat berlalu begitu saja; atau berharap orang lain akan mengambil inisiatif; itu semua hanyalah sebentuk kata “Tidak” bagi perintah Kristus yang tak bisa kita tolak!

Keempat, makna kata “Pergilah” berarti menyadarkan hati dan mata kita bagi mereka yang haus akan Kristus, melihat di hadapan anggota keluarga kita dan rekan kerja kita kelaparan akan kuasa dan kasih karunia-Nya. Dalam budaya yang sakit dan memudar oleh sikap serakah dan arogan ini, kata “pergi” berarti menjangkau mereka yang perlu mengenal Kristus, sehingga Kerajaan-Nya akan berkembang di dunia. Tentu, ini tidak sama dengan menjadikan semua orang dibaptis dan memeluk agama Katolik atau Kristen, tidak! Mengenal dan menerima Kristus bisa pula berarti bahwa tiap orang berada dalam jalan, kebenaran, kesucian dan kehidupan, apa pun agama dan kepercayaannya. Maka, Gereja Katolik tidak pernah menolak apa pun yang baik, benar, dan suci yang ada dalam setiap agama dan budaya (bdk. Lumen Gentium 16 dan Nostra Aetate 2). 

Kelima, kita tidak bisa menempuh jalur yang mudah dari pengabaran ke paduan suara. Bahkan, kita harus menjangkau profesi dan bidang studi yang telah kehilangan semua rasa martabat manusia dan semesta – terutama ekologi, kedokteran, hukum, politik, dan pendidikan. Kita juga harus srawung dan terus bergaul secara positif dengan semua orang di mana pun tanpa diskriminasi.

Itulah makna pergilah dan wartakanlah Kerajaan Surga. Apa tanggapan yang kita berikan?

Referensi pihak ketiga

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 11/7/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: Refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 11 Juli 2019 PW St Benediktus Abas, Hari Biasa, Pekan Biasa XIV Bacaan Injil Mateus 10:7-15

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2962945672561301?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.