Inspiration

Meski Dianiaya, Namun Yesus Justru Menyelamatkan Penghina-Nya Yang Tertimpa Bencana Dosa!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Hidup manusia tak hanya material melainkan juga spiritual. Tak hanya jasmani melainkan rohani. Manusia memiliki kerinduan tak terbatas, dan karenanya secara alami manusia ingin mengalami kebahagiaan abadi, kebahagiaan abadi yang penuh dan menyempurnakan kehidupan. Lalu harus bagaimana?

Referensi pihak ketiga

Yesus memberikan perumpamaan yang menohok kita juga sebagai jawaban kepada seorang ahli Taurat yang dijerat rindu bahagia akhirat. Sayangnya ia hanya bertanya dan pertanyaan yang menjerat bukan karena niat suci melainkan hanya untuk mencobai Yesus tanpa pernah mengimani Sang Utusan Ilahi! Ia lupa memahami bahwa kehidupan kekal itu lebih dari sekadar langkah selanjutnya setelah kematian yang harus dipersiapkan dengan peduli pada sesama terutama yang sedang menderita!

Benar bahwa kita hanya bisa mengasihi Allah tanpa mengabaikan kasih kepada sesama yang menderita. Maka, kita harus melakukan sesuatu untuk beroleh kebahagiaan kekal surgawi. Memang, kebahagiaan abadi sebagai bagian penebusan adalah anugerah dari Tuhan, kita juga harus menopangnya dengan karya amal dan belas kasih kepada sesama. Selain sebagai anugerah, setidaknya ada aspek kehidupan kekal yang berasal dari upaya kita bagi sesama. Kualitas hidup kekal kita sesuai dengan kualitas kasih kita dan karya perbuatan baik kita bagi sesama yang menderita.

Referensi pihak ketiga

Itulah makna kisah orang Samaria yang baik hati! Orang Samaria yang dimusuhi dan dihina oleh orang Yahudi itu justru menolong orang Yahudi yang sedang tertimpa bencana. Meski dihina, namun Ia justru menolong penghinanya yang tertimpa bencana! 

Siapakah sesungguhnya yang telah terlebih dahulu melakukannya selain Yesus sendiri? Meski dihina, bahkan disalibkan, namun Ia justru menolong bahkan menebus menyelamatkan yang menghina-Nya. Ya, kita yang tertimpa bencana dosa. Lalu apa yang sudah kita lakukan bagi sesama yang membutuhkan pertolongan kita?

Referensi pihak ketiga

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Weleri, 14/7/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: Refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 14 Juli 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa XV Lukas 10:25-37

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1344940079522125?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.