Inspiration

Tuhan Menyapa & Menyebut Namamu, Jangan Hiraukan Deritamu, Sambutlah dengan Cinta Bahagia!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Belajar dari pengalaman iman, harapan dan cinta Maria Magdalena satu hal bisa disimpulkan: Tuhan menyapa dan menyebut namamu, jangan hiraukan deritamu, sambutlah dengan cinta dan bahagia! Iman, harapan dan kasih Maria Magdalena bagi Kristus luar biasa istimewa. Pastilah ia menyayangi sangat mengaishi dan menghormati Yesus Kristus yang diimaninya sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Referensi pihak ketiga

Makanya, sementara para pengikut Kristus lainnya bersembunyi di kamar mereka dengan pintu-pintu terkunci, pagi-pagi benar, Maria Magdalena sudah berangkat menuju makam Yesus. Maksud hati, perempuan sederhana dan lugu ini hendak mencoba mengunjungi jenazah Yesus yang terbaring di makam. Seperti orang Jawa, Maria Magdalena hendak nyadran (ziarah ke makam). Namun, justru ia mendapatkan anugerah terindah, dijumpai oleh Yesus Kristus yang bangkit dari alam maut, walau pada awalnya, Maria Magdalena tak mengenali-Nya oleh sebab warna baru kebangkitan-Nya. Sementara Maria Magdalena masih memandang dengan mata jasmani yang lama.

Baiklah kita banyak belajar dari jiwa yang indah ini. Bahkan harus belajar dari padanya. Betapa dia menggerakkan Hati Yesus Kristus yang bangkita, hingga dengan penuh kasih menyapa perempuan yang semula laksana lumpur beraroma dosa namun diubah menjadi pribadi bermahkota mutiara santa oleh cara pandang bening-Nya!! Dialah yang pertama mendapat karunia perjumpaan dengan Yesus Kristus setelah kebangkitan-Nya.

Referensi pihak ketiga

Ini sungguh merupakan hadiah bahkan anugerah yang luar biasa istimewa. Sungguh suatu karunia saat Tuhan Yang Bangkit menyapa dan menyebut nama Anda secara pribadi. Seperti Maria Magdalena, terlepas dari kesedihan kita, dia ingin menghormati Tuhannya. Yang akan dia temukan dan sedang menyapanya adalah Tuhan.

Di saat-saat pencobaan dan rasa sakit, apakah saya ingat untuk tetap mengasihi dan menghormati Tuhan dengan pikiran, keinginan, niat, dan tindakan saya? Apakah Dia tetap menjadi Pribadi nomor satu bagi saya, tidak peduli apa yang saya alami?

Referensi pihak ketiga

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Johart Wurlirang, 22/7/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: Refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 22 Juli 2019 Pesta S. Maria Magdalena Bacaan Injil Yohanes 20:1.11-18

Sumber http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3601856636236766?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.