Inspiration

Raker Para Kepala Perpustakaan Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik Apa Yang Bisa Direnungkan

Orisinil

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Pagi ini, Kamis, 25 /7/208, pukul 05.30 WIB saya sudah meluncur menuju Noormans Hotel di Semarang. Buat apa? Untuk melayani para Kepala Perpustakaan Jaringan Perpustakaan Asosiasi Perguruan Tinggik Katolik (APTIK) Se-Indonesia yang sedang menjalani raker. Hebat ya mereka!

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Hebat lagi dengan tema yang mereka dalami selama raker. Temanya adalah The Shifting Library Paradigm. Wow kereeeen! Lalu apa hubungannya dengan saya?

Saya melayani mereka, atas permintaan Mbak Rikarda Ratih Saptaastuti, Kapus (Kepala Perpustakaan) Unika Soegijapranata Semarang. Mereka mengawali hari dengan Perayaan Ekaristi. Itulah sebabnya, pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, saya sudah meluncur dari Pastoran JoharT Wurlirang menuju Noormans Hotel untuk kepentingan tersebut.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Nah, penyelenggaraan Tuhan mengatur. Bacaan yang dipersiapkan dikutip dari Surat St. Petrus. Salah satu ayatnya sebagai berikut: Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. (1Ptr 5:2) Berdasarkan bacaan itulah, dan didukung bacaan Injil hari ini tentang pelayanan, maka, dalam renungan saya mengajak para peserta yang datang dari Pontianak, Medan, Palembang, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya dan Semarang, tentu saja, untuk menghayati tugas sebagai Kapus dalam rangka pelayanan!

Menempatkan inspirasi pelayanan dalam rangka the shifting library paradigm, tentu tidaklah berlebihan. Para Kapus ini telah mendedikasikan hidup mereka untuk melayani para mahasiswa, dosen, dan siapa saja dalam rangka memperkembangkan diri melalui pustaka di perpustakaan. Pasti tidak mudah! Mereka harus membangun paradigma baru sesuai tuntutan jaman, antara lain, salah satunya, yang terjadi di Unika Soegijapranata sebagai contohnya, dengan digitalisasi perpustakaan. Misalnya, kita bisa meminjam buku secara online, membaca secara online, dan tidak perlu repot-repot melangkah menuju ruang perpustakaan. Tentu, pergi ke perpustakaan itu penting. Apalagi untuk mahasiswa dan para akademisi. Namun memudahkan layanan perpustakaan dalam rangka pencerdasan dan pelayanan itu juga istimewa.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Selain dengan digitalisasi layanan online meminjam dan membaca buku, Unika Soegijapranata juga baru saja melaunching Speda yakni Studio Pembelajaran Digital. Dengan Speda ini kita jadi cerdas. Membaca buku jadi mengasyikkan, bukan dengan memegang buku, melainkan membaca buku secara digital dengan suasana imajinatif yang variatif. Secara bercanda saya bilang, mungkin baik bila selain memanjakan mata melalui Speda, juga memanjakan aroma hahaha. Contohnya, sambil membaca sambil menikmati aroma terapi apa saja yang disuka, misalnya aroma mawar, melati atau kopi hehe. Mungkinkah? Mengapa tidak?

Yang jelas, tugas Kapus dewasa ini tidak mudah. Di era disrupsi ini, mereka harus terus berkreasi untuk menjadikan budaya membaca dan cinta perpustakaan kian inovatif. Banyak cara bisa ditempuh. Semoga mereka selalu diberkati Tuhan demi memajukan bangsa, umat manusia dan menjaga keutuhan ciptaan serta kelestarian lingkungan hidup melalui perpustakaan.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Itu sih permenungan yang saya berikan. Bagaimana menurutmu? Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Kampus Ungu Unika Soegijapranat, 25/7/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: Refleksi pribadi berdasarkan permenungan pribadi

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3844474603716643?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.