Inspiration

Pesta Ulang Tahunnya Berujung Keputusan Yang Mematikan Utusan Tuhan!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Tragis, bahwa pesta ulang tahun raja ini berujung keputusan yang mematikan utusan Tuhan! Bagaimana kisahnya? Mari kita baca.

Pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes, sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya. Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: “Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam.” Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya. Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara dan kepala Yohanes itupun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya. Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus. (Mat 14:6-12)

Referensi pihak ketiga

Apa maknanya? Dalam kehidupan beriman, tidak ada yang salah dengan merayakan momen penting dalam hidup kita dan saat-saat sukacita dan relaksasi. Kehidupan seorang Kristiani kaya akan momen kebahagiaan. Ada hari ulang tahun kelahiran. Ada pesta nama pelindung. Ada hari ulang tahun imamat. Ada hari ulang tahun hidup membiara, dan seterusnya, masih banyak yang lain. Misalnya, HUT Perkawinan. Keberhasilan pun disyukuri bisa dalam Ekaristi Syukur.

Tetapi, seperti yang terjadi di pesta ulang tahun Herodes, ada bahaya mencari hiburan dan relaksasi dalam kegiatan atau hiburan yang hanya bisa memanipulasi hasrat kita, melemahkan moral kita, dan bahkan bisa sangat menyinggung hati Tuhan. Jika kita tidak dapat memilih hiburan dengan bijak, kita bisa membuang kekayaan warisan spiritual kita hanya demi kesenangan yang murah.

Referensi pihak ketiga

Pada hari ulang tahunnya, Herodes berakhir sebagai pembunuh dan bukan raja yang baik. Gairah, arogansi dan rasa hormat manusia yang tak terkendali membuatnya menggunakan kekuatannya untuk menghancurkan kehidupan daripada melindungi. Di sinilah kita belajar dan harus ingat bahwa bahkan pada saat-saat relaksasi, kita memiliki tanggung jawab untuk melindungi dan membina identitas kita sebagai putri-putra Bapa dalam Yesus Kristus dan Roh Kudus. Maka, carilah hiburan yang sehat yang membuat kita dapat berbagi kegembiraan hidup Kristiani dengan sahabat, teman dan keluarga Anda.

Bagaimana menurutmu? Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Referensi pihak ketiga

JoharT Wurlirang, 03/8/2019 

 »̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: Refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 03 Agustus 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa XVII Bacaan Injil Mateus 14:1-12

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3595881826777100?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.