Inspiration

Orang Ini Berjiwa Tamak, Akibatnya Tak Terduga; Justru Nyawa Melayang Seketika!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Yesus berpesan kepada siapa saja. Begini sabda-Nya: Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.

Referensi pihak ketiga

Selengkapnya, sabda itu disampaikan dalam konteks sebagai berikut. Pada suatu hari, seorang dari orang banyak yang datang kepada Yesus berkata kepada-Nya, “Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku.”

Menjawab permintaan itu, Yesus berkata kepadanya: “Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?”

Selanjutnya, Yesus berkata kepada orang itu dan kepada orang banyak serta kepada kita sekarang ini. Begini kata_Nya: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.” Untuk menjelaskan sabda-Nya iatu, Yesus mengatakan kisah ini kepada mereka sebagai suatu perumpamaan.

“Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.” (Sumber: Lukas 12:13-21)

Referensi pihak ketiga

Apa maknanya? Keserakahan muncul ketika hati kita mencintai benda dan harta benda dengan cara yang egois dan tidak teratur. Tuhan menciptakan “benda-benda” – realitas material – untuk suatu tujuan yakni untuk membantu kita memenuhi misi kita dalam kehidupan ini.

Hati kita dapat tumbuh untuk mencintai hal-hal ini dan mencintai mengumpulkan kekayaan untuk kepentingannya sendiri, bukan dengan tujuan menggunakannya untuk memenuhi misi kita dan menyelamatkan jiwa kita. Nah, kalau demikian, maka sabda Yesus yang merupakan peringatan terhadap siapa saja itu bisa digemakan kembali: Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.

Bagaimana menurutmu? Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Referensi pihak ketiga

JoharT Wurlirang, 04/8/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: Refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 04 Agustus 2019 Hari Mingg Biasa XVIII Bacaan Injil Lukas 12:13-21

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/371851133873461?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.