Inspiration

Serahkan Saja Persoalanmu Pada Penyelenggaraan Tuhan, Maka Jadilah, Hasilnya Pun Berlimpah

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Kadang ada hal-hal sulit yang rasanya mustahil bisa kita lakukan. Namun, saat kita serahkan itu pada penyelenggaraan Tuhan, maka jadilah, bahkan hasilnya pun berlimpah! 

Referensi pihak ketiga

Itulah yang juga terjadi dalam kisah Injil ini. Mari kita baca selengkapnya.

Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. Menjelang malam, murid-muridNya datang kepadaNya dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.” Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.” Jawab mereka: “Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.” Yesus berkata: “Bawalah ke mari kepadaKu.” Lalu disuruhNya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambilNya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-muridNya, lalu murid-muridNya membagi-bagikannya kepada orang banyak. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh. Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak. (Mateus 14:13-21)

Lalu apa maknanya? Dari kisahnya, jelas maknanya. Yesus memberi tahu para murid-Nya untuk memberi makan orang banyak. Bagaimana mungkin mereka memberi makan 5.000 pria, belum lagi wanita dan anak-anak? Mereka hanya memiliki lima roti dan dua ikan. 

Referensi pihak ketiga

Lihat, sikap para murid-Nya. Mereka terlalu fokus pada betapa sedikitnya yang bisa mereka lakukan; mereka tidak melihat di balik kelemahan mereka. Apa yang terlintas di kepala mereka ketika Yesus menyuruh mereka duduk bersama-sama? Apa yang mereka katakan pada saat itu?

Mereka percaya saja kepada Kristus. Mereka taat saja dan mendengarkan Kristus. Mereka melakukan apa yang diperintahkan Yesus. Mereka tidak mengeluh bahwa itu tidak ada gunanya. Maka, dalam tindakan kepatuhan mereka, mereka mulai memberi makan orang-orang itu sendiri. 

Dan begitulah, hanya berbekal lima roti dan dua ikan, berkat Yesus Kristus, mereka mampu memberi makan orang banyak itu sampai kenyang. Tak hanya kenyang. Masih ada sisa dua belas keranjang! Maka, serahkan saja persoalanmu pada penyelenggaraan Tuhan, maka jadilah, bahkan hasilnya pun berlimpah! 

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurutmu? Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 05/8/2019 

 »̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: Refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 05 Agustus 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa XVIII Bacaan Injil Mateus 14:13-21

Sumber http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1437655579126450?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.