Inspiration

Kalau Kamu Disakiti, Jangan Dendam, Tetapi Buatlah Ini!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Dalam kehidupan ini, sering tak terhindarkan bahwa terjadi kesalahan, bahkan dosa! Lalu kita harus bagaimana? Inilah salah satu pegangan yang bisa kita jadikan prinsip saat kita mengalaminya. Prinsip ini disampaikan oleh Yesus Kristus sebagai firman yang bisa menjadi pegangan kita. Intinya, kalau kamu disakiti bahkan orang berdosa terhadap kamu, janganlah dendam, tetapi buatlah ini. Mari kita baca selengkapnya.

Referensi pihak ketiga

​”Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh BapaKu yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam NamaKu, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Mat 18:15-20)

​Benar, konflik antarpribadi dapat menjadi ​pengalaman terberat yang ​harus ​kita ​​tanggung. Ketika rasa sakit dan penghinaan telah menumpuk di luar penghitungan dan pengampunan sulit diberikan atau sulit diperoleh, apa yang tersisa untuk dilakukan?​ 

Pertama, bicara empat mata itu penting. Bukan dalam semangat penghakiman penuh kebencian melainkan dalam semangat pengampunan penuh kerahiman.​ 

Referensi pihak ketiga

Kedua, membawa persoalan dan pribadi-pribadi yang terkait dengan persoalan itu dalam doa. Yesus Kristus memberi tahu kita: Berdoa​lah bagi orang itu​! Mintalah orang lain​ juga​ berdoa bersama​mu ​dan untuk​mu​. “Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku. …” ​Yesus Kristus ​menghendaki agar kita bertindak dalam dan melalui doa kita. 

​Nah, berdasarkan dua prinsip itu, sebagai orang Katolik yang percaya kepada Injil, ​saya selalu percaya bahwa mukjizat terjadi. Kadang-kadang kelihatannya hanya mukjizat yang akan menghasilkan rekonsiliasi. Mukjizat akan datang hanya kepada mereka yang memintanya. Mukjizat itu kemurahan hati dari Bapa Surgawi. Tapi hanya jangan mau diampuni saja, melainkan sigaplah dalam mengampuni pula. Sebab, terdapat firman lain yang serupa, “Hendaklah kamu murah hati, samapa seperti Bapamu adalah murah hati.” (Lukas 6:36)

Referensi pihak ketiga

​Bagaimana menurut kamu? Semoga refleksi sederhana ini memberi inspirasi dan bermanfaat. Terima kasih berkenan membaca refleksi ini. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***​​

​Kampus Ungu Unika Soegijapranata, 14/8/2019

​»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

​Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 14 Agustus 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa XIX PW S. Maksimilianus Maria Kolbe, Imam dan Martir Bacaan Injil Mateus 18:15-20

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1785923956125819?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.