Inspiration

Dicobai Pembenci-Nya tentang Perceraian, Beginilah Jawaban Telak Yesus!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih.Yesus datang membawa ajaran baru tentang cinta kasih dalam pengorbanan, bahkan penyerahan nyawa bagi sahabat-Nya. Tanda dan sarana cinta kasih dalam pengorbanan dan penyerahan diri salah satunya tampak dalam hidup perkawinan yang tak terceraikan! Maka, Yesus tegas: menolak perceraian, sebab perkawinan adalah tanda dan sarana cinta kasih Allah bagi pasangan yang bersangkutan. Pengorbanan, penyerahan diri, dan saling pengampunan adalah prasyarat bagi pasangan untuk bertahan dalam kesulitan tanpa berpikir tentang perceraian.

Referensi pihak ketiga

 Orang-orang Farisi mendengar pengajaran Yesus yang menentang perceraian dalam Khotbah di Bukit. Ajaran itu bertentangan dengan praktik orang Yahudi, yang mengenal perceraian berdasarkan hukum Musa. Maka, mereka berusaha menjebak Yesus dalam hal ini untuk menempatkan ajaran-Nya bertentangan dengan Musa. Mereka berharap bisa menjatuhkan dan mendiskreditkan Yesus.

Tetapi Yesus tahu niat jahat mereka yang bengkok. Maka Yesus menegaskan dan mendasarkan ajaran-Nya pada rencana awal Allah sejak pria dan wanita diciptakan dan dipersatukan sebagai satu daging yang tak terceraikan. Yesus tahu bahwa mereka sedang mencari cara untuk menghindari kehendak Tuhan dan membuat pengecualian-pengecualian sesuai egoisme mereka.

Referensi pihak ketiga

Maka, Yesus merasa tidak perlu menjadi calo bagi orang banyak atau menawarkan jalan keluar yang lebih mudah ketika ditantang. Fokusnya adalah pada apa yang Allah maksudkan sejak awal mula. Ketika para pembenci-Nya hendak menjebak, Yesus memberikan jawab telak: Karena ketegaran hatimulah maka Musa terpaksa membuat hukum lunak! Padahal, sejak awal mula Allah menghendaki bahwa perkawinan yang tak terceraikan itu bersifat mutlak! Nah, loh!

Bagaimana menurut kamu? Semoga refleksi sederhana ini memberi inspirasi dan bermanfaat. Terima kasih berkenan membaca refleksi ini. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Referensi pihak ketiga

JoharT Wurlirang, 16/8/2019 

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 1​6​ Agustus 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa XIX Bacaan Injil Mateus 1​9​:​3-12

Sumber http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1504287958978550?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.