Inspiration

Pertama Kali Sholat Jumat Berjamaah di Universitas Katolik Soegijapranata, Rasa Bangganya!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Dalam tiga tahun terakhir ini, Pembekalan Terpadu Mahasiswa Baru (PTMB) Universitas Katolik Soegijapranata Semarang kubuat berbeda.

Orisinil

Sebagai Pastor Kepala Reksa Pastoral Kampus (Campus Ministry) saya melibatkan para tokoh lintasagama untuk sesi Religion Time. Para tokoh tersebut melayani para mahasiswa baru sesuai agama masing-masing: Islam, Hindu, Buddha, Konghucu, Kristen dan Katolik. Minimal 6 agama terlayani sesuai agamanya.

Pada PTMB 2019, sesi Religion Time jatuh pada hari Jumat. Maka, sesipun dibuat dan dikemas dalam bentuk Sholat Jumat berjamaah. Hampir 400 mahasiswa baru yang beragama Islam ber-Sholat Jumat di Sport Hall Unika Soegijapranata.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Bertindak sebagai Narasumber sekaligus Pemberi Kotbah adalah Dr. Tedi Kholiludin atau akrab disapa Gus Ted, di Semarang. Usai sesi Religion Time, Gus Ted mengatakan bahwa sangat terkesan dan bangga bahwa bisa Sholat Jumat berjamaah di Universitas Katolik. Ini dianggapnya sebagai sejarah. Memang, sejauh saya tahu, ini merupakan kali pertama Religio Time bagi mahasiswa baru Unika Soegijapranata dilaksanakan dalam bentuk Ibafah Sholat berjamaah.

Gereja Katolik sendiri mengajarkan secara dogmatis dalam Konstitusi Dogmatis Lumen Gentium 16 dan Nostra Aetate 2 bahwa menghargai dan tidak menolak apa pun yang baik, benar dan suci yang ada dalam semua agama dan budaya. Apalagi, dalam Kintitusi Apostolik tentang Universitas Katolik (ECE, 15/8/1990), Paus Yohanes Paulus II menegaskan bahwa “apabila komunitas alademik memiliki anggota dari …. agama lain, inisiatif untuk refleksi dan doa sesuai dengan kepercayaan mereka harus dihormati.” (ECE 39)

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Atas dasar dua alasan itulah maka, sejak 2017, 2018 dan 2019 ini, saya memberi ruang pada sesi Religion Time, pembekalan rohani, religiositas dan nasionalisme kepada mahasiswa baru sesuai agama masing-masing. Harapannya, seperti yang diserukan Mgr. Albertus Soegijapranata, semua warga Unika Soegijapranata mengahayati spirit “100% religius, 100% nasionalis” sesuai agama dan kepercayaannya. Oh ya, mahasiswi Muslimah pun yang menhenakan jilbab juga tidak dilarang loh. Merdeka! Asal bukan cadar, tentu tidak pada tempatnya menurut aturan main pada umumnya.

Ups, saya juga tidak menduga bahwa pada sesi Religion Time PTMB 2019, akan menjadi sejarah penting sesudah 37 tahun Unika Soegijapranata hadir di negeri ini. Terima kasih Gus Ted yang menyadarkan semua ini. Apresiasi serupa disampaikan oleh I Komang Jananuraga Caesar Adi Pradipta dari Hindu.

Ini juga jadi tanda bahwa kuliah di Universitas Katolik tidak perlu khawatir untuk dijadikan pemeluk agama Katolik. Makanya, di lantai 4 Gedung Thomas Aquinas juga disediakan Mushola, gitu loh!

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Kalau Gus Ted merasa haru dan bangga, maka aku pun juga!

Bagaimana menurut kamu? Semoga refleksi sederhana ini memberi inspirasi dan bermanfaat. Terima kasih berkenan membaca refleksi ini. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Kampus Ungu Unika Soegijopranata, 16/8/2019

 »̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi

Sumber http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1513676033117691?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.