Inspiration

Pemuda Ini Hebat, Hanya Satu Cacat Yang Bikin Dia Amat Berat! Apa Itu? Ini Jawabannya

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Pemuda kaya ini hebat. Hanya satu cacat yang bikin hidupnya amat berat! Apa itu? Ini jawabannya.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – Dok Pribadi saat bersama warga Kendeng berjuang menuntut keadilan bagi kelestarian alam semesta

Pemuda kaya itu datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Lalu beginilah jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepadaKu tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.” Kata orang itu kepadaNya: “Perintah yang mana?” Kata Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Hebatnya pemuda itu. Ia menjawab Yesus begini, “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?” Siapa di antara kita yang berani berkata seperti itu kepada Yesus? Pasti tidak ada. Nah itulah hebatnya pemuda itu.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – Dok Pribadi: saat bersama Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meresmikan Mushola bagi para nelayan di Tambakrejo, Semarang

Sayangnya, cacat ini membuat hidupnya berat. Ia pergi dengan hati kecut dan jiwa kecewa. Kenapa? Karena tantangan yang diberikan kepadanya ternyata di luar dugaan dan harapannya. Yesus bersabda kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”

Nah, ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya. Cacat yang bikin hidupnya berat adalah harta membuat hidupnya terjerat!

Kalau kita sendiri bagaimana ya? Sudah tak sehebat pemuda itu dalam hal ketaatan pada perintah Tuhan, mungkin kita masih pula terjerat harta dan bersikap lekat. Waduh, terus gimana donk?

Tenang saja! Serahkan semuanya pada Tuhan. Andalkan kerahiman-Nya dan meski dengan perbuatan kecil sekalipun mari kita kembangkan semangat berbagi terutama kepada yang membutuhkan pertolongan kita. Tetapi terutama, andalkan Tuhan bukan kekuatan diri sendiri. Okay?!

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – Dok Pribadi: saat bersama para petani di Taro Angro, Wonosobo dalam peristiwa budaya ketoprakan, saya main menghibur mereka

Bagaimana menurut kamu? Semoga refleksi sederhana ini memberi inspirasi dan bermanfaat. Terima kasih berkenan membaca refleksi ini. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 19/8/2019 

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 19 Agustus 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa XX Bacaan Injil Mateus 19:16-22

Catatan foto: semua dokumentasi itu, menjadi tanda sederhana pembelajaran saya mengasihi sesama, bahkan ketika saya pun juga tidak berdaya. Namun kebersamaan dengan mereka justru saling menguatkan. Saya sangat berterima kasih kepada mereka semua di mana pun berada.

Sumber http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/759351483272611?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.