Inspiration

Bertolak ke Tempat Yang Dalam, Menggali Kedalaman Hidup Rohani Berlimpah Rahmat dan Berkat

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Kalimat kunci yang bisa kita perdalaman dalam permenungan kita atas Injil hari ini adalah sabda Yesus sendiri, yang disampaikan kepada Simon, “Bertolaklah ke tempat yang dalam….” (Lukas 5:4a). Bahasa Latin untuk kalimat itu hanya dalam tiga kata: duc in altum! Bertolak ke tempat yang dalam itu penting. Mengapa? 

Referensi pihak ketiga

Dengan bertolak ke tempat yang dalam, kita masuk ke kedalaman hidup rohani bersama Tuhan! Pengalaman rohani inilah yang akan mendatangkan rahmat dan berkat dalam kehidupan kita dan orang-orang yang ada di sekitar kita, keluarga kita, sahabat kita, komunitas kita, masyarakat kita, bangsa kita, dan dunia kita!

Bertolak ke tempat yang dalam bukan hanya soal memotivasi orang untuk memberi dedikasi dan hidup mereka. Lebih dari itu, bertolak ke tempat yang dalam berarti memberi inspirasi yang membawa pada suatu transformasi. Bimbingan Roh Ilahi membawa perubahan hidup yang penuh berkah! 

Referensi pihak ketiga

Kristus tahu bahwa untuk membuat seseorang berkomitmen, mengarahkan cerita yang menarik kepada masyarakat umum tidak akan cukup. Diperlukan sentuhan pribadi dan sapaan personal. Itulah yang dilakukan Kristus kepada Simon. Ia melangkah ke perahu Petrus dan memohon bantuan kepadanya dengan sebuah tugas sederhana: “Bertolaklah ke tempat yang dalam!” Lalu sesuai dengan pekerjaan dan identitas Simon Petrus, Yesus bersabda, “Tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan!”

Perintah pertama Kristus biasanya tidak terlalu sulit untuk kita jalankan: hanya dibutuhkan kepatuhan atau ketaatan dan sedikit kemurahan hati. Kristus ingin memenangkan hati kita untuk selamanya, tetapi bagaimana Ia bisa melakukannya jika kita tidak membiarkan-Nya membawa kami untuk bertolak ke tempat yang dalam dan kita taat kepada-Nya?”

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurut kamu? Semoga refleksi sederhana ini memberi inspirasi dan bermanfaat. Terima kasih berkenan membaca refleksi ini. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Kampus Ungu Unika Soegijapranata, 5/9/2019 

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 05 September 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa XXII Bacaan Injil Lukas 5:1-11

Sumber http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/844117647872615?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.