Inspiration

Bendahara Itu Dituduh Menghambur-Hamburkan Harta Tuannya, Lalu Bagaimana?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Bisakah Tuhan Yang Baik ​dan Maha Pengasih dan Penyayang ​menuduh kita menjadi ​orang yang menghambur-hamburkan​ harta Sang Tu(h)an​? Ini bukan satu-satunya tempat di dalam Injil di mana kata itu muncul. 

Referensi pihak ketiga

Ingatlah bahwa Anak yang Hilan​g d​ituduh menghambur-hamburkan kekayaan ayahnya. Tentu saja menyia-nyiakan adalah menyalahgunakan, menggunakan secara tidak bijaksana, menyia-nyiakan, atau menggunakan secara berlebihan. Bagaimana dengan semua rahmat yang telah diberikan Allah kepada kita: iman kita, Gereja Katolik kita, sakramen-sakramen, tulisan suci, teladan para kudus, ​kekaya​an​ tradisi Katolik, sarana yang telah ditempatkan di tangan kita hari ini, waktu kita ditawari, talenta kita telah diberikan? 

Referensi pihak ketiga

Apakah kita menghambur-hamburkan? Bagaimana saya dapat menanggapi lebih baik banyak karunia yang diberikan Tuhan kepada saya? Bagaimana saya bisa lebih baik “menginvestasikan” bakat saya demi Kerajaan Surga?

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurutmu? Semoga refleksi sederhana ini memberi inspirasi dan bermanfaat. Terima kasih berkenan membaca refleksi ini. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Kampus Ungu Unika, 8/11/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 08 November 2019 Hari Minggu Biasa XXXI Bacaan Injil Lukas 16:1-13

Sumber http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2512581423852613?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.