Beberapa kawan dan umat bertanya, “Romo ke Jakarta ngapain?” Inilah jawabannya. Semoga bermanfaat.

Pemilik hak cipta

Hari Kamis (07/12/2017) kami berjumpa dengan Bapak Eusabius Binsasi, Direktur Jenderal Bimas Katolik Kementrian Agama Republik Indonesia di Jl. MH Thamrin No 6 Jakarta Pusat. Kami, tim inti dari Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang (Kom HAK-KAS) di terima Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI di lantai dua belas dari pukul 11.00 – 13.30 WIB.

Kepada Dirjen Bimas Katolik ke-7 kami memperkenalkan diri. Tugas Kom HAK KAS adalah membantu Bapa Uskup KAS (sekarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko) untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengkoordinasi kegiatan dialog dan kerjasama antara Gereja Katolik dengan umat beragama dan kepercayaan lain dan antarGereja untuk pemeliharaan, pengembangan, dan perwujudan iman umat di tengah masyarakat majemuk dalam lingkup Keuskupan Agung Semarang.

Pada kesempatan itu, selain beraudiensi dalam rangka Kom HAK KAS, kami juga berterima kasih atas dukungan dalam karya kerasulan jurnalistik Majalah INSPIRASI, Lentera yang membebaskan, yang pada tahun 2017 memasuki tahun ke-14. Bukan kebetulan bahwa hampir 10 tahun terakhir ini, Tim inti karya kerasulan jurnalistik yang berciri interreligius dan ekumenis dalam warna Katolik juga terlibat aktif dalam karya pelayanan di Kom HAK KAS.

Oleh karena itu, kesempatan audiensi ini juga kami pergunakan untuk mengadakan wawancara eksklusif dengan Bapak Dirjen Bimas Katolik. Kami pun mendapat kesempatan berbagi kisah dalam waktu yang sangat longgar dan leluasa hingga lebih dari tiga jam. Sebuah kesempatan yang langka bisa kami alami di tengah kesibukan beliau sebagai Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI.

Banyak hal boleh kami sharingkan terkait dengan berbagai karya pelayanan Kom HAK KAS maupun karya kerasulan jurnalistik Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan. Dengan penuh perhatian Bapak Dirjen mendengarkan paparan kami dan memberikan tanggapan-tanggapan positif apresiatif atas hal-hal yang kami kerjakan. Beliau juga memberikan catatan dan arahan agar ke depan dua karya pelayanan ini bisa menjadi berkat untuk umat dan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, kami juga menyampaikan semacam sosialisasi awal rencana akan dilaksanakannya Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda KAS pada 26-28 Oktober 2018. Empat tahun yang lalu, dalam rangka Kongres Persaudaraan Sejati Oktober tahun 2014 di Muntilan Bimas Katolik Kemenag RI memberi kontribusi dan dukungan. Untuk itu kami berterima kasih. Kami masih mohon dukungan untuk rencana Kongres Persaudaraan Sejati II yang berganti nama menjadi Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda KAS. Program dan perubahan tersebut merupakan mandat dari Dewan Karya Pastoral KAS yang harus kami laksanakan dalam sinergi dengan Komisi Kepemudaan KAS. Karenanya Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda KAS akan menjadi implementasi dan kelanjutan dari Asian Youth Day ke-7 di Yogyakarta tahun 2017 ini dalam konteks KAS.

Dalam hal ini pun, Pak Dirjen memberikan dukungan dan apresiasi yang positif. Terkait dengan fokus pada orang muda dan keberagaman dalam kebangsaan, Pak Dirjen sangat menaruh harapan bahwa peristiwa itu dapat dilaksanakan seoptimal mungkin.

Pemilik hak cipta

Saya pribadi merasa lega bahwa permohonan audiensi yang sudah kami ajukan per tanggal 11 Oktober 2017 itu mendapat sambutan yang positif dan menggembirakan. Kami berempat: Sindajanty, Agung, Awi, dan saya merasa bersyukur bahwa pada akhirnya mendapatkan kesempatan untuk beraudiensi dengan Bapak Eusebius Binsasi, Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI. Bahkan kami diterima dengan sangat baik dan leluasa. Audiensi ditutup dengan menikmati santap siang bersama.***

Sumber https://c.uctalks.ucweb.com/detail/37a0583c2f5c4cd89612e2622a10a4f5?lang=indonesian&uc_param_str=dnnivebichfrmintcpgieiwidsudsvssnwpflamt&stat_entry=personal&entry1=shareback1&entry2=page_share_btn&comment_stat=1&uc_news_item_id=3724144195666707