Tuhan tak pernah cuek, percayalah! Aku sungguh sangat mengimani-Nya! Tak hanya dalam hal-hal baik yang kualami, tetapi juga di saat-saat hal buruk terjadi, Tuhan menjadikan segalanya baik.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Tuhan tak pernah cuek. Pertolongan-Nya tepat pada waktunya! Inilah yang kualami barusan di Jakarta (Sabtu, 10/2/2018)! Sepulang dari Istana Presiden Joko Widodo di Bogor, saya mengambil tas di Grand Sahid Jaya Hotel di Jakarta, tempat Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa dilaksanakan.

Sementara yang lain menikmati makan malam, saya berpamitan, sesuai dengan rencana. Sejak awal, saya sudah menyampaikan kepada Mas Miftah Arief yang menjadi panitia bahwa saya tidak bisa mengikuti acara sampai tuntas pada hari Minggu (11/2). Maka dari itu sesudah penutupan acara di Istana Presiden di Bogor bersama Presiden Jokowi, saya pulang ke Semarang.

Nah, dari Grand Sahid Jaya Hotel saya naik taksi ke Bandara Halim Perdana Kusuma. Sesudah menyelesaikan kewajibanku dengan sopir taksi dengan murah hati (memberikan lebih dari yang tertera di argo), dan dia pun melaju meninggalkanku, aku baru menyadari bahwa ternyata ponselku tertinggal di jok belakang taksi. Saat aku hendak memberikan bayaran, aku merogoh saku, dan tampaknya ponsel kutaruh di jok belakang, tempat saya duduk.

Menyadari bahwa ponsel saya tertinggal di taksi, saya mencoba mengejar taksi tersebut, namun tidak berhasil. Banyak orang yang tak kukenal membantuku. Aku bisa melapor ke petugas grup taksi yang kunaiki. Beliau menjawab, “Wah, saya tidak bisa membantu Pak! Lagian bapak tidak ingat nomor taksinya. Maaf ya Pak.”

Saya pun ikhlas saja. Masalahnya, di ponsel saya tersebut juga tersimpan KTP dan kartu lain yang menurutku sangat berharga. Termasuk tiket online dan boarding pass check-in online atas pesawat yang hendak kunaiki ke Semarang ada di ponsel itu.

Syukurlah, aku masih bisa membuka data check-in online itu melalui laptopku berkat bantuan free-wifi Bandara Halim Perdana Kusuma. Aku lolos bisa masuk bandara. Kesulitan muncul lagi, saat hendak check-in ulang. Meski aku bisa menunjukkan data boarding pass check-in online, namun aku tidak bisa menunjukkan kartu identitasku, sebab semua kartu identitasku jadi satu dengan tempat ponsel.

Sampai di sini, kesulitan tak bisa diatasi. Petugas mengatakan, saya harus menunjukkan kartu identitas. Sementara hal itu pasti tidak mungkin. Nah, di sini, aku bersyukur lagi, melalui akun UC Web Media, aku berhasil membuka dan menunjukkan kartu identitasku. Terima kasih UC Web Media untuk hal ini.

Namun petugas mengatakan, data itu terlalu kecil. Dia minta agar identitasku diperbesar. Saya sudah berusaha, namun tidak berhasil melakukannya.

Ya sudah, aku pun menyerah dan hanya bisa berdoa. Kalau manusia tidak bisa membantuku yang sedang dalam kesulitan besar ini, aku percaya Tuhan itu baik. Tuhan tidak akan cuek padaku. Sementara waktu terus bergerak maju, dan saat untuk terbang ke Semarang juga semakin mendekat, namun urusan check-in ulang belum berhasil.

Benar, dalam keheningan doaku di depan petugas dan counter-desk untuk check in, pada saat itulah, tiba-tiba petugas security mendekatiku dan berkata, “Bapak, Anda ditunggu sopir taksi di luar….” Byar…. puji Tuhan! Saya langsung lari. Laptop dan koporku saya tinggal di depan counter sambil bilang, “Maaf, titip dulu ya Mbak. Pasti ini sopir taksi yang tadi mengantarku ke sini dan pasti mengembalikan ponselku.”

Benar, di luar, Bapak Sopir Taksi itu memberikan ponselku. Spontan, di depan banyak orang di situ, saya memeluk dan menciumi Beliau. Untung di saku bajuku ada uang. Kuambil dan kuberikan semua kepadanya, seraya berterima kasih kepadanya.

Dan syukur kepada Allah, aku pun bisa membereskan urusan check-in itu dengan lancar. Kulihat Mbak yang bertugas itu mengamati dan turut menikmati kebahagiaanku yang percaya dan mengimani bahwa Tuhan sungguh baik, dan Tuhan tidak akan pernah cuek membiarkan daku berada dalam kesulitan. Dalam semua peristiwa itu, rasanya mustahil bahwa segala sesuatu menjadi baik tepat pada waktunya. Aku pun bisa pulang ke Semarang dengan hati gembira dan riang!***

Sumber: Pengalaman pribadi.

Sumber https://c.uctalks.ucweb.com/detail/7903c9fa197242a0969bd32442a24e7f?lang=indonesian&uc_param_str=dnnivebichfrmintcpgieiwidsudsvssnwpflamt&stat_entry=personal&entry1=shareback1&entry2=page_share_btn&comment_stat=1&uc_news_item_id=847824987511801